Jakarta (beritajatim.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan penghormatan dan apresiasinya terhadap berbagai penilaian publik terkait 10 tahun masa pemerintahannya.
Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyampaikan bahwa Presiden sangat menghargai evaluasi yang diberikan oleh masyarakat, termasuk hasil survei yang dirilis oleh lembaga-lembaga survei.
“Presiden sangat menghormati dan mengapresiasi berbagai catatan, penilaian, dan evaluasi masyarakat atas 10 tahun pemerintahannya, termasuk yang dirilis oleh lembaga survei baru-baru ini,” kata Ari di Jakarta, Sabtu (5/10/2024).
Salah satu survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi masih tetap tinggi, mencapai 75 persen. Angka ini mencerminkan dukungan masyarakat yang kuat terhadap pemerintahan Jokowi selama dua periode.
Ari menambahkan bahwa Presiden juga berterima kasih atas dukungan tersebut, sembari menyampaikan permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan dalam pelayanan publik. “Presiden menyadari bahwa selama 10 tahun pemerintahannya, mungkin masih ada kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, beliau memohon maaf atas hal tersebut,” jelasnya.
Menjelang masa akhir jabatannya, Jokowi terus melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, termasuk wilayah perbatasan dan kawasan yang belum pernah dikunjungi Presiden RI sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional berjalan lancar dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Ari juga menegaskan bahwa Jokowi tetap berkomitmen untuk bekerja hingga masa jabatannya berakhir. “Presiden secara langsung bertemu dengan masyarakat akar rumput untuk menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf, karena dukungan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan selama 10 tahun terakhir,” tuturnya.
Tingkat kepuasan yang tetap tinggi, menurut Ari, menjadi motivasi bagi Presiden untuk memastikan transisi pemerintahan ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto berjalan dengan lancar. Kekurangan yang masih ada diharapkan menjadi evaluasi penting bagi pemerintahan mendatang.
“Presiden yakin pemerintahan yang akan datang akan melanjutkan program-program penting, sehingga kekurangan di masa lalu dapat diperbaiki untuk Indonesia yang lebih baik,” tutup Ari. (ted)


as a preferred source on Google




