Jakarta (beritajatim.id) – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), kembali mengamankan tiga sertifikasi sistem manajemen internasional. Ketiga sertifikasi yang diperbarui tersebut adalah ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan), dan ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Sertifikasi ini diterbitkan oleh PT Sucofindo.
Keberhasilan ini meneguhkan komitmen IPC TPK dalam menjalankan operasional terminal yang berstandar global, berfokus pada layanan berkualitas, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta jaminan keselamatan dan kesehatan bagi seluruh pekerja.
Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menekankan bahwa pembaruan sertifikasi ini adalah langkah strategis perusahaan. “Pembaruan tiga sertifikasi ISO ini merupakan bukti konsistensi IPC TPK dalam menjaga standar mutu layanan, kinerja operasi yang efisien, serta komitmen yang kuat terhadap keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (14/11/2025).
Lebih lanjut, Pramestie menjelaskan bahwa langkah ini menjadi fondasi penting dalam mendorong implementasi prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis perusahaan.
Dampak Pembaruan Tiga Sertifikasi
ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu)
Pembaruan ini memastikan seluruh proses operasional, mulai dari bongkar muat, penanganan petikemas, hingga layanan pelanggan, memenuhi standar internasional. Standar ini menekankan pendekatan berfokus pada pelanggan, efektivitas proses, dan perbaikan berkelanjutan. Targetnya adalah peningkatan kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih cepat, akurat, dan konsisten di semua terminal.
ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan)
Sertifikasi ini memperkuat pengelolaan lingkungan yang sistematis, mencakup pengendalian limbah, efisiensi energi, dan mitigasi risiko lingkungan dalam aktivitas operasional. Pramestie menambahkan, “Penerapan prinsip lingkungan melalui ISO 14001 mendukung upaya kami membangun operasional pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan.” Hal ini selaras dengan peta jalan keberlanjutan perusahaan dan target Pelindo Group untuk mengurangi jejak emisi.
ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Sertifikasi ini menjadi penopang dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja (safety culture). Fokus utamanya adalah pencegahan kecelakaan, keselamatan pekerja lapangan, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat. IPC TPK secara konsisten menerapkan safety briefing, pemeriksaan kesehatan fit to work, serta peningkatan kompetensi K3 bagi pekerja dan mitra kerja, yang berdampak pada peningkatan keandalan layanan dan produktivitas.
Fondasi Menuju Keberlanjutan dan Daya Saing
Integrasi ketiga sistem manajemen ini memungkinkan IPC TPK mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi, meminimalkan risiko, dan memastikan standar layanan yang seragam di seluruh terminal. Dengan operasional yang terkendali dan terukur, IPC TPK memperkuat posisinya sebagai operator terminal petikemas nasional yang andal, modern, dan berorientasi pada pelanggan.
Secara keseluruhan, pembaruan sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari visi jangka panjang IPC TPK untuk membangun pelabuhan berkelas dunia yang berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
PT IPC Terminal Petikemas adalah anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) yang mengelola terminal petikemas di Tanjung Priok, Jakarta. Perusahaan berkomitmen untuk menyediakan layanan logistik dan kepelabuhanan yang terintegrasi dan berstandar internasional. (ris)


as a preferred source on Google




