Jakarta (beritajatim.id) – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menilai kepastian pemerintah untuk tidak menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 2026 sebagai kabar penting bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai memberikan ruang bagi kelompok rentan dan kelas menengah yang masih menghadapi tekanan ekonomi dan berupaya menjaga daya beli.
Menurut Netty, keputusan pemerintah ini mencerminkan perhatian terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan. Ia memandang kebijakan tersebut sebagai sinyal kehadiran negara dalam menjaga akses layanan kesehatan yang terjangkau.
Pemerintah juga mengalokasikan dukungan anggaran negara sekitar Rp20 triliun kepada BPJS Kesehatan. Dukungan fiskal ini dinilai Netty sebagai langkah strategis untuk memastikan program jaminan kesehatan nasional tetap berjalan.
Namun demikian, Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas tersebut mengingatkan agar alokasi anggaran tersebut dikelola secara efektif dan akuntabel. Menurutnya, suntikan dana negara tidak boleh hanya difokuskan untuk menutup defisit, tetapi harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan.
Netty menekankan pentingnya perbaikan layanan yang dirasakan langsung oleh peserta, mulai dari kemudahan akses, kecepatan pelayanan, hingga mutu fasilitas kesehatan. Ia menilai aspek pelayanan menjadi kunci kepercayaan publik terhadap keberlanjutan BPJS Kesehatan.
Selain itu, Netty juga menyoroti perlunya transparansi pemerintah dalam menyampaikan arah kebijakan jangka menengah BPJS Kesehatan. Hal ini mencakup perencanaan pembiayaan, pengendalian biaya layanan kesehatan, serta strategi menjaga keberlanjutan program jaminan sosial tersebut.
Sebagai instrumen perlindungan sosial yang vital, BPJS Kesehatan menurut Netty harus dikelola secara hati-hati, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan. Ia berharap kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya berfokus pada stabilitas keuangan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. (ris)


as a preferred source on Google




