Jakarta (beritajatim.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima penghargaan BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kategori optimalisasi potensi dan penyelesaian permasalahan daerah.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam gelaran Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dan Forum Koordinasi Riset dan Inovasi Daerah (FKRID) 2025, yang digelar di Gedung B.J. Habibie BRIN, Jakarta.
Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur sekaligus menekankan pentingnya riset dalam tata kelola pembangunan.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa riset dan inovasi telah menjadi bagian penting dari tata kelola pembangunan di Jawa Timur. Melalui BRIDA/BAPPERIDA, kami terus berkomitmen menjadikan hasil riset sebagai dasar pengambilan keputusan dan pemecahan masalah daerah,” ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa seluruh kebijakan pembangunan di Jatim selalu berbasis data ilmiah dan riset yang valid. Dinamika daerah yang cepat menuntut adanya quick research dan quick response agar kebijakan dapat segera diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Salah satu inisiatif utama adalah pembangunan teaching industry di SMK, yang akan memperkuat keterhubungan antara dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika).
“Teaching industry di SMK akan memberikan penguatan vokasi yang link and match dengan Dudika. PR kita adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan Dudika,” kata Khofifah.
Gubernur juga menegaskan komitmen Jatim untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui langkah strategis, antara lain meningkatkan kapasitas BRIDA Jatim, memperluas kolaborasi riset dengan BRIN dan perguruan tinggi, serta mendorong penerapan hasil inovasi di sektor pangan, energi terbarukan, digitalisasi layanan publik, dan pengentasan kemiskinan.
Sebanyak 39 pemerintah daerah menerima apresiasi pada gelaran ini, dengan penilaian berdasarkan pemanfaatan kajian kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dan optimalisasi potensi serta penyelesaian permasalahan daerah selama tiga tahun terakhir. Jawa Timur dinilai berhasil mengimplementasikan riset dan inovasi untuk menyelesaikan berbagai masalah pembangunan secara ilmiah dan kolaboratif.
Selain Jatim, penghargaan serupa diterima oleh Provinsi Bali, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, Riau, dan Sumatera Selatan.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menekankan bahwa penghargaan ini memperkuat sinergi antara BRIN dan pemerintah daerah.
“Apresiasi ini bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan momentum memperkuat semangat kolaborasi. Kami ingin memastikan bahwa riset menjadi roh dari setiap kebijakan pembangunan menuju Indonesia Maju,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya sinergi, pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara BRIN dan pemerintah daerah, dilanjutkan dengan penyerahan kajian kebijakan deputi riset dan inovasi daerah kepada pemerintah daerah terkait. (rio)


as a preferred source on Google




