Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Provinsi Jawa Timur kini telah 100 persen bebas perilaku buang air besar sembarangan (Open Defecation Free/ODF). Hal ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi kelima di Indonesia yang berhasil meraih status ODF secara total.
Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Ketua Tim Verifikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Nasional Kementerian Kesehatan RI, dr. Then Suyanti, MM, dalam Deklarasi Jatim 100 Persen ODF yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
“Alhamdulillah, Jawa Timur dikukuhkan sebagai provinsi layak ODF 100 persen. Artinya, tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan,” ujar Khofifah, Sabtu (10/5/2025).
Verifikasi Kemenkes dan Dampak Positif bagi Kesehatan
Capaian ODF ini diperoleh setelah 8 kabupaten/kota terakhir di Jatim berhasil mencapai ODF, sehingga seluruh wilayah di provinsi ini memenuhi syarat bebas buang air besar sembarangan. Proses verifikasi dilakukan selama dua hari oleh tim dari Kementerian Kesehatan.
“Ini bukan akhir dari ikhtiar kita, tetapi awal dari upaya mempertahankan ODF 100 persen serta menurunkan penyakit berbasis lingkungan dan stunting,” tambah Khofifah.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa ODF 100 persen mencerminkan perubahan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. Praktik buang air besar sembarangan sebelumnya menjadi sumber penyebaran penyakit, termasuk infeksi dan diare.
“Lingkungan yang bersih akan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak dan menekan angka stunting,” jelasnya.
Menuju Penerapan 5 Pilar STBM
Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga perguruan tinggi untuk terus menjaga kolaborasi dalam menerapkan 5 Pilar STBM, yaitu:
- Stop buang air besar sembarangan
- Cuci tangan pakai sabun
- Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
- Pengelolaan sampah rumah tangga
- Pengelolaan limbah cair rumah tangga
“Insya Allah, Jawa Timur bisa menjadi pelopor transformasi sanitasi nasional,” tegas Khofifah.
Target Selanjutnya: Pilar STBM Lainnya
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Prof. Erwin Astha Triyono, menambahkan bahwa target ke depan adalah implementasi 4 pilar STBM lainnya secara merata di seluruh kabupaten/kota.
“Kami bertekad melanjutkan capaian ini untuk memastikan seluruh daerah menerapkan prinsip sanitasi aman dan berkelanjutan,” ungkap Erwin.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa/kelurahan, yang telah bersinergi dalam mewujudkan Jatim sebagai provinsi ODF 100 persen. (rio/hdl)


as a preferred source on Google




