Palembang (beritajatim.id) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo memimpin apel besar komunitas ojek online (ojol) dan buruh bertajuk “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” di Stadion Bumi Sriwijaya, Minggu (8/3/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kota Palembang tersebut, Kapolri menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional, terutama di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang.
Menurutnya, kondisi geopolitik dunia yang kian dinamis berpotensi mempengaruhi situasi dalam negeri. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas buruh dan pengemudi ojek online, diharapkan tetap solid serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Kapolri menilai kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun keamanan.
Peran Strategis Buruh dan Ojol dalam Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyoroti peran strategis buruh dan pengemudi ojek online dalam menopang perekonomian nasional.
Buruh dinilai sebagai penggerak utama aktivitas produksi yang mendukung sektor industri serta pembangunan ekonomi. Sementara itu, pengemudi ojek online berperan penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital dengan menjadi penghubung antara pelaku usaha kecil dan konsumen.
Peran tersebut dinilai sangat signifikan terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada layanan distribusi dan pengantaran berbasis aplikasi.
Dengan kontribusi tersebut, stabilitas dan kesejahteraan kelompok pekerja ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
Pemerintah Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Buruh
Kapolri juga menyinggung sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Di antaranya melalui kebijakan penyesuaian Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 serta penguatan program perlindungan tenaga kerja.
Program yang diperkuat antara lain Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta optimalisasi manfaat jaminan kecelakaan kerja bagi para pekerja.
Selain itu, Polri juga membuka akses layanan kesehatan melalui jaringan Rumah Sakit Bhayangkara yang dapat dimanfaatkan oleh buruh maupun pengemudi ojek online.
Upaya lain yang dilakukan adalah memperkuat Desk Ketenagakerjaan Polri di tingkat kepolisian daerah hingga kepolisian resor guna mempercepat penyelesaian persoalan hubungan industrial dan ketenagakerjaan.
Aplikasi Panic Button untuk Lindungi Pengemudi Ojol
Selain aspek kesejahteraan, Kapolri juga menyoroti pentingnya perlindungan keamanan bagi pengemudi ojek online yang kerap beraktivitas di ruang publik dan memiliki risiko menjadi korban kejahatan jalanan.
Untuk itu, Kapolri menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian daerah agar menyiapkan aplikasi panic button yang dapat digunakan oleh pengemudi ojol dalam situasi darurat.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana cepat bagi pengemudi untuk meminta bantuan ketika menghadapi potensi tindak kriminal seperti perampasan atau begal di jalan.
Melalui langkah tersebut, Polri berharap rasa aman bagi pengemudi ojek online dapat meningkat sekaligus memperkuat dukungan terhadap ekosistem transportasi berbasis aplikasi di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara aparat keamanan, buruh, dan komunitas ojek online, Kapolri optimistis stabilitas sosial dan ekonomi nasional dapat terus terjaga di tengah berbagai tantangan global. (tin)


as a preferred source on Google




