Jakarta (beritajatim.id) – Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan menggelar kegiatan pendataan kebutuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Kinerja (TUKIN) pada Rabu (15/4/2026) di Aula Lantai 3 kantor setempat. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses perencanaan anggaran berjalan akurat dan berbasis data riil.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya yang membahas kebutuhan TPG dan TUKIN di lingkungan Kankemenag Jakarta Selatan. Pendataan dilakukan secara terstruktur dengan menghimpun informasi dari masing-masing unit kerja guna mendukung proses administrasi dan penyusunan anggaran tahun berjalan.
Sebanyak 54 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari kepala subbagian tata usaha, kepala seksi, penyelenggara, pejabat pembuat komitmen, koordinator pelaksana, perwakilan madrasah negeri, hingga bendahara. Kehadiran peserta sesuai dengan undangan resmi yang telah didistribusikan sebelumnya.
Selama kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, peserta mengikuti proses pengumpulan dan pencatatan data kebutuhan tunjangan secara sistematis. Data yang dihimpun mencakup kebutuhan TPG bagi guru serta TUKIN bagi aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag Jakarta Selatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, M. Yunus Hasyim, turut hadir dan memberikan arahan kepada peserta. Ia menekankan pentingnya ketelitian dalam proses pendataan agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Menurutnya, akurasi data menjadi fondasi utama dalam mewujudkan perencanaan anggaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pendataan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola administrasi di lingkungan Kementerian Agama, khususnya dalam pengelolaan anggaran berbasis kebutuhan nyata. Dengan proses yang terukur dan partisipasi aktif dari seluruh unit kerja, diharapkan penyusunan anggaran TPG dan TUKIN ke depan semakin tepat sasaran dan efisien.
Langkah ini juga dinilai strategis dalam mendukung peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai, sekaligus memastikan keberlanjutan program pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama berjalan optimal. (hdl)


as a preferred source on Google




