Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Kemendikbudristek Tingkatkan Kapasitas Penanganan Kekerasan di Sekolah Lewat Pelatihan Nasional

Kemendikbudristek Tingkatkan Kapasitas Penanganan Kekerasan di Sekolah Lewat Pelatihan Nasional

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 18 Oktober 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan untuk Regional 1
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan untuk Regional 1

Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya menangani kekerasan di lingkungan pendidikan dengan mengadakan pelatihan penanganan kekerasan bagi Satuan Tugas (Satgas) dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di berbagai daerah.

Melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) dan Direktorat SMA Ditjen Pauddikdasmen, pelatihan ini difokuskan untuk Regional 1, yang mencakup Sumatera Utara, Riau, Aceh, Sumatera Barat, Banten, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Pelatihan tersebut berlangsung dalam format hybrid (daring dan luring), dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas Satgas dan TPPK dalam menangani kekerasan di satuan pendidikan.

Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menyoroti data penting bahwa 36% siswa berisiko mengalami perundungan dan 34% berpotensi menjadi korban kekerasan seksual.

Menyikapi hal ini, Kemendikbudristek merancang modul pelatihan yang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para peserta dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan di sekolah.

Kemendikbudristek berkomitmen menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan inklusif, bebas dari kekerasan. Program ini juga mendukung pembentukan generasi penerus yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.

Dengan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023, pelatihan ini memberikan pedoman komprehensif terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 93% TPPK telah terbentuk di 402.978 satuan pendidikan dari total 432.011 yang ada di Indonesia. Di tingkat provinsi, 71% Satgas telah terbentuk, sementara di tingkat pendidikan masyarakat, lebih dari 81% telah memiliki TPPK.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Nadiem Makarim Ragukan Angka Kerugian Rp1,98 Triliun dalam Kasus Chromebook

Peserta pelatihan meliputi anggota Satgas, TPPK, Sekolah Penggerak, serta Guru Penggerak dari berbagai daerah. Mereka diharapkan mampu menyebarluaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh ke sekolah-sekolah lain, sehingga lebih banyak satuan pendidikan yang siap menangani kekerasan.

Peran Penting Satgas dan TPPK

Amna Zalifa dari LBH Apik Aceh menyampaikan, “Materi pelatihan ini sangat penting bagi kami, terutama dalam memahami langkah-langkah efektif penanganan kekerasan.”

Senada dengan itu, Hapit Agustin dari SDN 105855 PTPN II Kabupaten Deli Serdang menambahkan, “Kami sekarang lebih paham bagaimana menangani kasus kekerasan secara benar, termasuk memberikan pendampingan kepada korban dan pelapor.”

Pelatihan ini juga telah dilaksanakan di berbagai region lain seperti Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan, dan Nusa Tenggara, dengan rencana pelatihan selanjutnya untuk Region 5 pada 21-24 Oktober mendatang. Wilayah yang tercakup dalam pelatihan ini antara lain Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo.

Dengan melibatkan berbagai lembaga di bawah Kemendikbudristek serta organisasi masyarakat sipil, seperti Aliansi Sumut Bersatu dan Yayasan PUPA, pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif di seluruh Indonesia. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Kekerasan di Sekolah Kemendikbudristek RI
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026 News
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026 News
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.