Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) mengusulkan kelanjutan program strategis Tol Laut, Angkutan Perintis, dan Angkutan Ternak di era pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto (2025-2029).
Program ini diharapkan dapat terus meningkatkan konektivitas antar pulau dan mendorong pemerataan ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Program Tol Laut sendiri telah menunjukkan dampak signifikan sejak pertama kali diluncurkan pada 2015.
Trayek Tol Laut yang awalnya hanya tiga rute, kini berkembang menjadi 39 trayek pada 2024 dengan 114 pelabuhan singgah.
Selain itu, volume muatan juga melonjak, dari 30 ton dengan 88 TEUs pada 2015 menjadi 989,75 ton dengan 31.878 TEUs pada 2024.
Program ini bertujuan untuk mengurangi kelangkaan barang dan menekan disparitas harga di daerah-daerah terpencil, sekaligus mendukung distribusi bantuan saat bencana dan hari besar keagamaan.
“Kami berharap pemerintah daerah terus mendukung program ini, mengingat Tol Laut sangat kompleks dan membutuhkan koordinasi erat antara berbagai pihak,” ujar Capt. Hartanto, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Hubla, dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Selain Tol Laut, Ditjen Hubla juga menjalankan program Kapal Ternak dan Kapal Perintis yang vital dalam distribusi logistik dan ketahanan pangan nasional.
Kapal Perintis kini melayani 107 trayek, sementara Kapal Ternak melayani 6 trayek yang berperan dalam mengangkut ternak dari sentra produksi ke daerah-daerah konsumsi.
Capt. Hartanto menambahkan bahwa Ditjen Hubla telah mengajukan anggaran Rp1,124 triliun untuk mendukung kelanjutan program Tol Laut pada 2025.
Selain penambahan kapal, perbaikan ketepatan operasional juga menjadi fokus utama guna mempertahankan prestasi yang telah dicapai.
Program Kapal Ternak juga terus menunjukkan hasil positif, dengan penurunan penyusutan bobot ternak dari 12 persen menjadi hanya 2,5 persen per sapi, berkat peningkatan standar kesejahteraan hewan selama pengangkutan. (ted)


as a preferred source on Google




