Singapura (beritajatim.id) – Kerry Health and Nutrition Institute (KHNI) menggelar diskusi panel bertajuk The Future of Sustainable Nutrition di Singapura, membahas berbagai tren kesehatan dan nutrisi yang akan mendominasi Asia Tenggara pada 2025.
Acara ini juga menjadi bagian dari perayaan hari jadi KHNI ke-10, dengan fokus pada riset, teknologi, serta perubahan perilaku konsumen yang memengaruhi inovasi pangan di kawasan ini.
Diskusi ini menghadirkan berbagai pakar industri, termasuk CEO Kerry Group, Edmond Scanlon, Dr. Aoife Marie Murphy (KHNI), serta Simon Hague (Foodservice Chains General Manager, Kerry Southeast Asia).
Hadir pula tokoh lainnya seperti Dr. Kalpana Bhaskaran (President, Singapore Nutrition and Dietetics Association), Angelia Teo (Futurolog), dan Oliver Truesdale-Jutras (Chair, F&B Sustainability Council, Singapura, serta Pendiri Re:Growth). Berikut beberapa tren utama yang dibahas dalam diskusi ini.
1. Nutrisi yang Mudah Didapatkan
Edmond Scanlon, CEO Kerry Group, menekankan pentingnya memastikan produk makanan yang sehat dan dapat diakses oleh semua orang.
“Nutrisi yang mudah didapatkan harus menyeimbangkan lima pilar utama, yaitu kemudahan, nutrisi, keberlanjutan, biaya, dan cita rasa. Jika suatu produk tidak dapat menjangkau pasar yang luas, maka tidak bisa disebut sebagai nutrisi yang mudah didapatkan,” jelasnya.
Namun, tantangan terbesar adalah 75 persen pasokan pangan dunia hanya berasal dari 12 jenis tanaman dan lima spesies hewan. Hal ini menyebabkan ketergantungan yang tinggi dan risiko gagal panen akibat hama atau penyakit.
2. Hidup Sehat pada Masa Tua dan Usia Panjang
Pada 2030, 32 persen populasi Asia Pasifik diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Hal ini menuntut perhatian lebih pada kualitas hidup dan kesehatan lansia.
“Setelah usia 30 tahun, tubuh kehilangan 5-8 persen massa otot setiap dekade. Oleh karena itu, konsumsi makanan kaya protein dan olahraga rutin sangat penting untuk mencegah penurunan massa otot,” ujar Dr. Aoife Marie Murphy.
3. Kesehatan Perempuan
Sekitar 80 persen perempuan menopause mengalami gejala seperti hot flush, perubahan suasana hati, dan kehilangan memori.
“Pola makan yang benar berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mental perempuan,” tambah Dr. Aoife Marie Murphy.
Selain itu, mineral seperti kalsium dan magnesium juga berperan penting. Dr. Kalpana Bhaskaran menegaskan bahwa kesehatan tulang harus dijaga sejak dini agar risiko osteoporosis dapat diminimalisir.
4. Penurunan Kadar Garam
Tingginya konsumsi garam berkontribusi terhadap 1,89 juta kematian per tahun akibat tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
“Di era inovasi saat ini, apakah produsen makanan mampu mengembangkan simulasi cita rasa yang tetap lezat tanpa menggunakan garam berlebihan?” tanya Angelia Teo, Futurolog.
Teknologi Pangan Berkelanjutan di Asia Tenggara
Setelah diskusi, para tamu diajak mengunjungi Regional Technology and Innovation Centre Kerry untuk mencicipi berbagai inovasi makanan dan minuman berbasis teknologi Kerry. Beberapa solusi pangan yang diperkenalkan meliputi:
- Pengganti Jeruk dan Kakao – Alternatif berbasis tumbuhan untuk industri makanan dan minuman
- Tastesense™ – Teknologi yang membantu meningkatkan rasa makanan dengan kadar gula dan garam lebih rendah
- Proactive Health – Solusi nutrisi untuk mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan
KHNI Dorong Inovasi Nutrisi Berkelanjutan
Mervyn Gribben, Vice President & General Manager Kerry Southeast Asia, menegaskan komitmen KHNI dalam mendukung inovasi pangan di Asia Tenggara.
“Sebagai pusat inovasi produk pangan, KHNI berkomitmen untuk terus mengembangkan ilmu nutrisi dan menciptakan solusi pangan berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan semakin berkembangnya tren nutrisi sehat, diharapkan industri makanan dan minuman di Asia Tenggara dapat terus berinovasi untuk menyediakan pilihan yang lebih sehat, lebih lezat, dan lebih ramah lingkungan bagi konsumen di masa depan. (hdl)


as a preferred source on Google




