Jakarta (beritajatim.id) — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas pengembangan transportasi publik nasional, termasuk kelanjutan proyek kereta cepat Whoosh.
Usai mengikuti pertemuan tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus hadir dalam pembangunan infrastruktur transportasi publik yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Pertemuan dengan Bapak Presiden tadi membahas transportasi umum, khususnya kereta api yang memang untuk kepentingan masyarakat secara luas. Oleh sebab itu, kehadiran pemerintah akan selalu ada dalam program transportasi, termasuk juga dalam proyek kereta cepat Whoosh ini,” ujar Rosan di Istana Merdeka, Selasa (4/11).
Rosan menjelaskan bahwa pembahasan mengenai kerja sama dengan pihak Tiongkok terkait proyek transportasi tersebut masih dalam tahap negosiasi. Ia menegaskan, koordinasi antar kementerian menjadi hal krusial agar langkah pemerintah tetap sejalan dengan arahan Presiden.
“Negosiasi masih berjalan. Timnya juga terdiri dari sejumlah kementerian seperti Menko Bidang Infrastruktur, Menko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perhubungan. Jadi ini kerja sama lintas kementerian,” jelasnya.
Menteri Investasi menambahkan, pendekatan pemerintah terhadap proyek transportasi tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga manfaat sosial dan dampaknya terhadap masyarakat luas. Menurutnya, kehadiran negara dalam sektor transportasi publik merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah sebagaimana diamanatkan undang-undang.
“Kita tidak hanya melihat dari sisi untung dan rugi, tapi juga dari dampak bagi masyarakat. Sesuai undang-undang, ini memang menjadi tugas pemerintah,” tandas Rosan.
Rapat di Istana Merdeka tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan infrastruktur transportasi nasional berjalan secara terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (hen)


as a preferred source on Google




