Hanoi (beritajatim.com) – Kontras prestasi mencolok terjadi di sepak bola Asia Tenggara sepanjang 2025. Saat Timnas Indonesia terpuruk usai pemecatan Shin Tae-yong awal tahun ini, Vietnam justru menikmati era keemasan di bawah kepemimpinan pelatih Kim Sang-sik asal Korea Selatan yang sukses mempersembahkan 3 gelar bergengsi hanya dalam tahun 2025.
Pelatih asal Korea Selatan itu menutup tahun 2025 dengan pencapaian luar biasa setelah membawa Vietnam meraih medali emas SEA Games ke 4 sedangkan Indonesia baru mengoleksi 3 , Thailand 17 Medali Emas dari 33 kali penyelenggaraan Sea Games.
Prestasi ini sekaligus menorehkan sejarah baru karena belum pernah ada pelatih Vietnam yang mampu mengamankan tiga trofi berbeda dalam satu tahun.
Keberhasilan tersebut diraih Kim Sang-sik lewat kemenangan dramatis di Stadion Rajamangala, Thailand, markas lawan yang selama ini dikenal angker. Dalam suasana euforia, Kim mengaku sangat menikmati momen bersejarah tersebut.
“Saya sangat senang bisa meraih dua kemenangan penting di stadion ikonik Thailand ini,” ujar Kim Sang-sik usai laga final.
Dua kemenangan yang dimaksud adalah saat Vietnam menaklukkan Thailand di final Piala ASEAN 2024 (Piala AFF) awal tahun lalu, serta kemenangan comeback spektakuler 3-2 atas tim U22 Thailand pada partai puncak SEA Games ke-33.
Tak berhenti di level senior dan U22, Kim Sang-sik juga menunjukkan konsistensinya di kelompok usia lain. Pada pertengahan 2025, ia memimpin Timnas U23 Vietnam menjuarai Kejuaraan Asia Tenggara U23 2025 yang digelar di Indonesia. Gelar tersebut menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Vietnam di ajang regional tersebut.
Dengan demikian, sepanjang tahun kalender 2025, Kim Sang-sik sukses mengoleksi Piala ASEAN 2024 (piala AFF Senior), Kejuaraan Asia Tenggara U23 2025, serta medali emas SEA Games ke-33. Catatan ini menjadikannya pelatih tersukses Vietnam dalam satu musim kompetisi.
Prestasi Kim bahkan melampaui pendahulunya, Park Hang-seo, yang juga berasal dari Korea Selatan. Meski Park dikenal sebagai pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Vietnam modern, ia tidak pernah meraih lebih dari dua gelar dalam satu tahun. Park memenangkan Piala AFF 2018 serta emas SEA Games 2019 dan 2021, namun tidak pernah menjuarai Kejuaraan Asia Tenggara U23.
Tonggak penting lain dari keberhasilan Kim Sang-sik adalah keberhasilan mengamankan tiket Vietnam ke Piala Asia U23 2026. Ia menegaskan bahwa emas SEA Games menjadi modal berharga untuk menatap tantangan berikutnya.
“Medali emas ini menjadi inspirasi besar bagi tim U23. Kami akan berlatih lebih keras dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk Kejuaraan Asia U23 mendatang,” tegas Kim.
Di tengah kebangkitan Vietnam tersebut, kondisi Timnas Indonesia justru dinilai mengalami penurunan performa pasca ditinggal Shin Tae-yong yang dipecat Erick Thohir pada aswal tahun ini.
Penggantiang pelatih STY yang dipenuhi aroma politik membuat Timnas Indonesia di level senior dan U23 tanpa gelar apapun
Perbedaan arah dan konsistensi kepelatihan pun menjadi sorotan, seiring Vietnam melaju pesat dengan fondasi kuat dan visi jangka panjang yang jelas. (ted)


as a preferred source on Google




