Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memperkenalkan proyek peluang investasi di Kota Pahlawan. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pengembangan area eks Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS).
Dalam kunjungannya untuk meninjau progres pembersihan area eks THR-TRS di Jalan Kusuma Bangsa pada Jumat kemarin, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan kolaborasi tersebut. Ia didampingi oleh Ketua Kadin Surabaya, M Ali Affandi Andi La Nyalla Mahmud Mattalitti.
“Eks THR-TRS ini menjadi salah satu proyek yang akan kami tawarkan kepada para investor. Kadin akan turut memasukkannya ke dalam programnya untuk menarik minat investor,” ungkap Wali Kota Eri.
Menurutnya, tidak hanya area eks THR-TRS yang memiliki potensi investasi di Kota Surabaya. Destinasi wisata lainnya seperti Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran juga menjadi sorotan bagi calon investor.
“Selain eks THR-TRS, THP Kenjeran dan destinasi lainnya juga akan kami sajikan kepada para investor. Ketika ada tamu yang datang ke Surabaya untuk urusan bisnis, Kadin akan menjelaskan kepada mereka mengenai berbagai peluang investasi yang tersedia,” tambahnya.
Eri berharap, melalui kerja sama antara pemkot dan Kadin, akan semakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Kota Surabaya. Terlebih lagi, jaringan Kadin tidak hanya berskala nasional tetapi juga internasional.
“Kami berharap, dengan sinergi antara pemkot dan Kadin, akan semakin banyak investor yang tertarik untuk masuk ke Kota Surabaya. Terutama karena program-program ini ditujukan untuk mendorong inovasi dan kreativitas generasi muda,” jelasnya.
Adapun peluang investasi yang ditawarkan akan mengikuti tema yang telah ditentukan oleh Pemkot Surabaya. Contohnya adalah pengembangan bangunan di area belakang eks TRS yang akan dilengkapi dengan ruang seni dan tempat pertunjukan digital untuk anak muda Surabaya.
Selain itu, bentuk kerja sama investasi yang akan dilakukan di area eks THR-TRS bisa berupa Build Operate Transfer (BOT) atau sewa lahan. Namun, Eri berharap, pengembangan area tersebut akan menyediakan lebih banyak ruang terbuka untuk kepentingan masyarakat umum.
“Harapan saya, area ini nantinya akan memiliki banyak ruang terbuka. Meskipun ada kerja sama dengan pihak swasta, kami juga ingin memastikan bahwa area ini tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya, M Ali Affandi Andi La Nyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan komitmennya untuk melibatkan investor dalam membangun Kota Surabaya. Ia juga menekankan pentingnya mendukung perekonomian lokal melalui investasi-investasi ini.
“Kami dari Kadin berkomitmen untuk mendukung pemkot dalam mengembangkan Kota Surabaya. Dan kami akan memberikan prioritas kepada investor lokal agar perekonomian kita tetap bergerak,” tuturnya.
Ali Affandi juga menyoroti visi besar Wali Kota Eri dalam pengembangan area eks THR-TRS. Menurutnya, rencana pengembangan yang diusung oleh pemkot memiliki potensi untuk berskala internasional.
“Kami percaya bahwa pengembangan area eks THR-TRS ini bisa menjadi daya tarik bagi investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Ini adalah kesempatan bagi Surabaya untuk menawarkan diri sebagai tujuan investasi yang menarik,” tandasnya. (rio)


as a preferred source on Google




