Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang melakukan evaluasi dan audit terhadap sistem pengendalian konten negatif, termasuk situs judi online. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kasus penyalahgunaan wewenang yang terjadi sebelumnya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengatakan bahwa audit dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem teknologi yang ada serta tata kelola pengendalian konten negatif. Hal ini bertujuan agar hak akses terhadap situs judi online lebih terpercaya dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kita segera melakukan audit sistem teknologi yang kita miliki dan tata kelola pengendalian konten negatif ini, setelah peristiwa yang terjadi kemarin,” ujar Nezar kepada awak media usai peluncuran hasil Survei Indeks Kemerdekaan Pers 2024 di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan.
Nezar menambahkan bahwa audit ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa hak akses yang diberikan tidak digunakan secara sembarangan, terutama untuk membiarkan situs judi online beroperasi tanpa kendali.
“Beberapa oknum bisa menyalahgunakan hak akses yang dipercayakan, dan itu yang harus dicegah agar judi online tidak terus berkembang,” tegas Nezar Patria.
Wamen Komdigi mengakui, pengelola situs judi online sering menawarkan materi yang menggiurkan, yang dapat menggoda oknum pegawai untuk terlibat dalam pelanggaran hukum.
Oleh karena itu, Kementerian Komdigi juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberantas perjudian online. Salah satu langkah yang diambil adalah mengawasi transaksi mencurigakan yang melibatkan pegawai kementerian.
Nezar berharap audit ini tidak hanya dapat menuntaskan kasus judi online yang melibatkan pegawai Komdigi, tetapi juga menjadi jalan untuk mengungkap jaringan besar perjudian online yang ada di Indonesia.
“Kami berharap audit ini dapat membongkar pemain-pemain besar yang terlibat dalam bisnis judi online,” ujarnya menutup. (hen/hdl)


as a preferred source on Google




