Jakarta (beritajatim.id) – Komisi Nasional (Komnas) Disabilitas memberikan penghargaan berupa piagam kepada Polri sebagai pengakuan atas kebijakan rekrutmen proaktif bagi penyandang disabilitas.
Penghargaan ini diberikan karena Komnas Disabilitas menilai Polri telah menerapkan kebijakan yang inklusif dan humanis dalam proses penerimaan anggota baru.
Ketua Komnas Disabilitas, Dante Rigmalia, menyampaikan apresiasinya setelah menghadiri acara penutupan Rapat Koordinasi Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
“Kami memberikan penghargaan kepada Polri atas upaya yang telah dilakukan dalam rekrutmen proaktif penyandang disabilitas pada SIPSS dan Bintara Polri. Ini merupakan langkah positif dari Kapolri untuk menciptakan kebijakan inklusif,” ujar Dante.
Dante menjelaskan bahwa dalam proses penerimaan anggota, Polri melaksanakan asesmen bagi penyandang disabilitas dan menyediakan akomodasi yang layak sejak tahap pendaftaran hingga pendidikan dan pelatihan.
“Proses seleksi melibatkan asesmen dan memberikan akomodasi yang layak bagi pendaftar penyandang disabilitas. Pelaksanaan pendidikan dan latihan juga memperhatikan kebutuhan akomodasi mereka,” tambahnya.
Dante juga mengapresiasi langkah Polri yang tidak hanya sekadar menerima penyandang disabilitas, tetapi juga merencanakan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di instansi tersebut. “Kami melihat adanya perencanaan hasil rekrutmen yang mempertimbangkan potensi penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Sebagai informasi, tahun ini Polri telah merekrut dua penyandang disabilitas pada jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Gelombang I dan secara proaktif merekrut 16 penyandang disabilitas untuk kepangkatan Bintara. (tin/ted)


as a preferred source on Google




