Jakarta (beritajatim.id) – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi menghentikan penerapan rekayasa lalu lintas one way nasional pada arus mudik Lebaran 2026. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi lalu lintas di sejumlah ruas tol utama sudah kembali landai dan terkendali.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa penghentian dilakukan setelah melalui tahapan sosialisasi kepada masyarakat serta sterilisasi jalur. Dengan demikian, arus kendaraan kini kembali berjalan normal di kedua arah, baik menuju Jakarta maupun ke arah Trans Jawa.
Evaluasi yang dilakukan pada Jumat, 20 Maret 2026, menunjukkan volume kendaraan tidak lagi memerlukan skema satu arah. Kebijakan ini sekaligus menandai berakhirnya fase puncak arus mudik yang sebelumnya diantisipasi dengan rekayasa lalu lintas skala nasional.
Arus Lalu Lintas Stabil, Sistem Kembali Normal
Sejak diberlakukannya one way nasional pada 18 Maret 2026, Korlantas mencatat adanya peningkatan kelancaran arus kendaraan, khususnya di jalur tol Trans Jawa. Namun, setelah kondisi dinilai stabil, sistem lalu lintas dikembalikan ke pola dua arah seperti biasa.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan, baik yang masih menuju kampung halaman maupun yang mulai kembali ke kota asal. Normalisasi lalu lintas juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Strategi Lalu Lintas Bersifat Dinamis
Korlantas menegaskan bahwa kebijakan rekayasa lalu lintas, termasuk one way nasional, bersifat situasional dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Artinya, penerapan maupun penghentian sistem tersebut dapat berubah sewaktu-waktu berdasarkan hasil pemantauan real-time.
Pendekatan ini dinilai penting untuk mengantisipasi dinamika pergerakan kendaraan selama periode Lebaran, yang cenderung fluktuatif.
Fokus Bergeser ke Pengamanan Idulfitri
Seiring berakhirnya skema one way nasional, fokus pengamanan kini beralih pada rangkaian perayaan Idulfitri. Aparat kepolisian mulai mempersiapkan pengamanan malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga pengawasan di lokasi wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung.
Kesiapan ini mencakup pengaturan lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, serta pelayanan masyarakat di berbagai titik keramaian.
Antisipasi Arus Balik, Skema Baru Disiapkan
Korlantas juga mulai menyusun strategi untuk menghadapi arus balik Lebaran. Sejumlah opsi rekayasa lalu lintas disiapkan, termasuk kemungkinan penerapan kembali sistem one way nasional, penggunaan tol fungsional, serta pengalihan arus di titik-titik rawan kepadatan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time akan menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan di lapangan. Data tersebut akan digunakan untuk menentukan langkah cepat dalam mengurai kemacetan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Dalam pelaksanaannya, Korlantas bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga situasi tetap aman, tertib, dan lancar selama periode arus balik nanti.
Dengan berakhirnya skema one way nasional pada arus mudik, masyarakat diimbau tetap mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan selama perjalanan. (tin)


as a preferred source on Google




