Banyuwangi (beritajatim.id) – Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Balak di Desa Balak, Kecamatan Songgon, terus memperluas cakupan layanannya.
Kini, TPS tersebut melayani 37 desa di enam kecamatan, yakni Songgon, Sempu, Genteng, Singojuruh, Rogojampi, dan Kabat. Sebelumnya, TPS Balak hanya melayani 14 desa.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa kapasitas TPS Balak terus ditingkatkan untuk mencapai target mencakup 44 desa di enam kecamatan tersebut.
“TPS Balak memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan sampah secara sirkular. Tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian warga sekitar,” ujar Ipuk melalui laman resmi Pemkab Banyuwangi, Selasa (21/1/2025).
Dukungan Mitra Internasional dan Teknologi Canggih
TPS Balak adalah bagian dari program Banyuwangi Hijau yang bertujuan mengembangkan pengelolaan sampah modern.
Fasilitas ini didukung oleh kolaborasi antara PT Systemiq Lestari Indonesia, Pemerintah Norwegia, Borealis, USAID, serta lembaga pendonor lainnya.
Dengan kapasitas harian mencapai 84 ton, TPS Balak mengolah sampah organik menjadi kompos berkualitas dan mendaur ulang sampah anorganik seperti plastik. Hingga saat ini, total sampah yang telah diolah mencapai 483,2 ton.
Seluruh pekerja di TPS Balak berasal dari warga setempat, menciptakan dampak positif bagi perekonomian lokal. Ipuk juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung pengelolaan sampah secara sirkular.
“Pengelolaan sampah ini harus dimulai dari rumah tangga dengan memilah sampah,” tambahnya.
Cakupan Pelayanan dan Manfaat
Menurut Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, saat ini TPS Balak telah melayani 11.313 pelanggan rumah tangga atau setara 49.777 jiwa. Rata-rata sampah yang masuk mencapai 18,8 ton per hari.
“Dengan adanya 26 TPS 3R di Banyuwangi, kami terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah demi mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” jelas Dwi. (hdl)


as a preferred source on Google




