Lamongan (beritajatim.id) – Nasib nahas menimpa sebuah keluarga di Desa Jubelkidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, setelah menjadi korban amukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang merupakan tetangga tepat di depan rumahnya, Kamis (21/8/2025) malam.
Akibat peristiwa itu, tiga korban harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka sabetan pisau.
Kapolsek Sugio, AKP Jinanto, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, tersangka Ahmad Syarifuddin yang diduga mengalami gangguan jiwa, sedang mengambil pepaya di pekarangan samping rumah Isa (69), sambil membawa pisau dapur.
“Kemudian Ibu Isa ini bermaksud menegur, karena hari sudah malam. Namun justru tersangka ini marah-marah,” kata Jinanto saat ditemui di Mapolsek Sugio.
Tersangka lalu mengamuk dan menyabetkan pisau hingga mengenai tubuh Isa. Teriakan korban membuat anaknya, Erna Retno Ning Tiyas (36), bergegas menolong, namun juga terkena sabetan di bagian lengan. Mendengar keributan, suami Erna, Edi Suswanto (43), turut datang membantu, tetapi justru ikut menjadi korban setelah lehernya terkena sabetan pisau.
Akibat luka serius yang dialami, ketiganya dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. “Sementara korban dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan. Kondisi korban alhamdulilah sudah sadar, akan dilakukan operasi,” ujar Jinanto.
Lebih lanjut, Jinanto menyebut tersangka yang kini sudah diamankan di Mapolsek Sugio, memiliki riwayat gangguan jiwa sejak tujuh bulan lalu dan sempat menjalani perawatan. “Dari riwayat tersangka sudah pernah dirawat di RS Karangkembang Babat, selama 7 bulan,” katanya.
Informasi dari warga sekitar menyebutkan, Ahmad Syarifuddin tinggal seorang diri karena keluarganya merantau. Kondisi kejiwaannya kerap membuat resah warga lantaran sering mengamuk, terutama saat diberi obat oleh kerabatnya. [fak/ian]


as a preferred source on Google




