Barcelona (beritajatim.id) – Penyerang Manchester United yang dipinjamkan ke Barcelona, Marcus Rashford, menunjukkan sinyal kuat untuk melanjutkan kariernya di luar Old Trafford. Sejak bergabung pada bursa transfer musim panas, Rashford dikabarkan merasa nyaman dengan kehidupannya di Spanyol dan menikmati kembali sepak bola setelah periode sulit bersama Manchester United.
Kepindahan ke Barcelona menjadi pengalaman pertama Rashford bermain di luar Inggris. Sebelumnya, pemain berusia 28 tahun itu sempat menjalani masa peminjaman ke Aston Villa setelah tersisih dari rencana pelatih Manchester United saat itu, Ruben Amorim. Di bawah Amorim, Rashford hanya mendapat menit bermain terbatas sebelum akhirnya dilepas pada Januari lalu.
Situasi di Manchester United sejatinya mulai berubah setelah Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih. Carrick disebut-sebut membuka peluang untuk mengintegrasikan kembali Rashford apabila dipercaya menangani tim secara permanen. Namun, laporan media Inggris menyebutkan bahwa Rashford telah mantap dengan keputusannya untuk tidak kembali ke Manchester United pada musim depan, terlepas dari perubahan manajerial yang terjadi.
Barcelona disebut memiliki opsi pembelian senilai 30 juta euro dalam kesepakatan peminjaman Rashford. Klub Catalan tersebut dikabarkan tertarik mempertahankan sang penyerang, meski keputusan akhir masih bergantung pada situasi finansial dan performa tim hingga akhir musim. Bahkan jika Barcelona gagal mengamankan transfer permanen, Rashford diyakini akan mencari klub lain ketimbang kembali ke Old Trafford.
Media Spanyol melaporkan bahwa Rashford merasakan kembali gairah bermain sepak bola sejak bergabung dengan Barcelona. Ia menikmati kehidupan di Castelldefels, kawasan tempat sejumlah pemain Blaugrana bermukim, serta aktif mengikuti kelas bahasa Spanyol sebagai bagian dari proses adaptasi. Aktivitas di luar lapangan, seperti menjelajahi kuliner lokal dan memancing, turut memperkuat kesan bahwa Rashford nyaman dengan lingkungan barunya.
Di ruang ganti, Rashford juga menemukan kedekatan dengan sesama pemain anyar, Roony Bardghji, yang memudahkan proses adaptasinya di klub. Kehadiran pemain-pemain yang fasih berbahasa Inggris dinilai membantu Rashford menyatu dengan skuad asuhan Hansi Flick.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan penilaian positif terhadap kontribusi Rashford. Meski performanya belum selalu konsisten, peran Rashford melalui gol dan assist dinilai signifikan dalam menjaga Barcelona di puncak klasemen La Liga serta memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions.
Dengan performa yang terus membaik dan kenyamanan hidup di Spanyol, masa depan Marcus Rashford tampaknya semakin menjauh dari Manchester United. Barcelona kini menjadi panggung baru bagi sang penyerang untuk menghidupkan kembali kariernya di level tertinggi sepak bola Eropa. (aga)


as a preferred source on Google




