Jakarta (beritajatim.id) — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan saat memberikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Oeang ke-79, yang digelar di halaman Gedung A.A. Maramis, Jakarta, pada Kamis (30/10).
Dengan mengusung tema “Kemenkeu Satu, Kawal Asta Cita”, Menkeu menekankan pentingnya soliditas seluruh jajaran Kemenkeu dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Hari Oeang, Momentum Menjaga Kedaulatan Ekonomi
Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa Hari Oeang bukan sekadar peringatan sejarah terbitnya Oeang Republik Indonesia (ORI), melainkan juga pengingat pentingnya menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
“Kemenkeu harus menjadi institusi yang dipercaya rakyat. Karena tanpa kepercayaan, sehebat apa pun kebijakan tidak akan berhasil,” tegas Menkeu.
Menurutnya, kepercayaan publik menjadi fondasi utama keberhasilan setiap kebijakan fiskal dan ekonomi yang dijalankan pemerintah.
Kemenkeu Satu: Satu Sistem, Satu Napas, Satu Tanggung Jawab
Menkeu Purbaya juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas unit dan wilayah kerja di lingkungan Kemenkeu, baik di pusat maupun di daerah.
“Kemenkeu Satu berarti kita tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kita ini satu sistem, satu napas, satu tanggung jawab. Dari perancang kebijakan di pusat hingga pegawai di kantor pelayanan di pelosok, semuanya penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi internal tersebut menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global dan dinamika perekonomian dunia.
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Menkeu turut menyinggung target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Purbaya menegaskan bahwa target itu bukan sekadar angka, melainkan indikator penting dari pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana manfaat pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ia menjelaskan, penerimaan negara harus dikelola secara optimal, sementara belanja negara diarahkan secara efektif agar mampu mendorong pemerataan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Setiap kebijakan Kemenkeu harus berpihak pada kesejahteraan rakyat. Kita harus pastikan keuangan negara menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Purbaya.
Pesan untuk Generasi Muda Kemenkeu
Dalam momen peringatan yang juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Menkeu mengajak para pegawai muda Kemenkeu untuk terus mengembangkan diri dan menjaga integritas.
“Semangat persatuan dan keberanian para pemuda harus menjadi teladan bagi kita semua. Generasi muda Kemenkeu harus berani berinovasi dan menjaga integritas dalam setiap tugas,” pesannya.
Peringatan Hari Oeang ke-79 menjadi refleksi perjalanan panjang Kemenkeu dalam menjaga stabilitas fiskal dan kedaulatan ekonomi Indonesia. Di bawah kepemimpinan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Kemenkeu meneguhkan peran strategisnya sebagai penggerak utama ekonomi nasional menuju pertumbuhan 8% yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan. (hdl)


as a preferred source on Google




