Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengungkapkan bahwa 98,54 persen dari total anggaran Kementerian Sosial (Kemensos) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 akan dialokasikan untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Dalam konferensi pers di Jakarta pada hari Senin, Risma menyatakan, “Dari total anggaran Kemensos sebesar Rp79,21 triliun pada tahun 2024, sekitar 98,5 persen atau Rp78,05 triliun digunakan untuk program Perlinsos. Sisanya, sebesar Rp1,15 triliun, akan dialokasikan untuk dukungan manajemen.”
Risma menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran Kemensos 2024 akan memprioritaskan Perlinsos, terutama untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial sembako. Selain itu, anggaran juga akan disalurkan untuk Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, kelompok rentan, dan yatim piatu. “Bantuan makanan bagi lansia dan penyandang disabilitas juga termasuk dalam program ini,” tambahnya.
Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk menangani dampak bencana, program Lumbung Sosial, serta pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu dan Program Pemberdayaan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).
Risma menegaskan, “Anggaran ini secara khusus diperuntukkan bagi PKH dan program-program bansos lainnya yang berkaitan, dan sudah merupakan kesepakatan bersama yang tidak dapat diubah.”
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menyebutkan bahwa anggaran Perlinsos melalui belanja non-Kementerian/Lembaga (K/L) direncanakan sebesar Rp326,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk subsidi BBM, subsidi LPG tabung 3 kilogram, dan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sementara itu, sekitar Rp92 triliun dari anggaran Perlinsos akan dialokasikan pada pos-pos seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta pemerintah daerah melalui Transfer Ke Daerah. (adi/ted)


as a preferred source on Google




