Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong percepatan proses administrasi dan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan ekonomi dan menciptakan kemandirian bagi pekerja migran yang telah kembali ke tanah air.
Dorongan tersebut disampaikan Menteri Maman dalam penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin terkait sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi dalam rangka pelindungan serta pemberdayaan pekerja migran Indonesia.
“Kementerian UMKM berkomitmen mengoptimalkan potensi demi kemajuan pekerja migran yang harus dilihat sebagai pahlawan,” ujar Menteri Maman, dikutip dari siaran pers Kementerian UMKM, Kamis (9/10).
Menurutnya, pekerja migran yang sudah kembali ke Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pengusaha mandiri. Pemerintah melalui Kementerian UMKM siap memberikan berbagai dukungan seperti akses KUR, pelatihan kewirausahaan, kemudahan akses pasar, legalitas usaha, serta perlindungan hukum.
“Pemerintah telah menyediakan berbagai kemudahan bagi masyarakat, termasuk pekerja migran dan keluarganya, yang ingin menjadi wirausaha,” tambahnya.
Menteri Maman juga menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya adalah aset bangsa yang memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di daerah asal. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar program pemberdayaan dapat berjalan optimal.
“Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan PMI purna penempatan yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” jelasnya.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian P2MI per Agustus 2025, tercatat 176.712 pekerja migran Indonesia tersebar di berbagai negara, termasuk Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.
Pemerintah berharap melalui percepatan realisasi KUR dan kolaborasi lintas sektor, para pekerja migran dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha tangguh, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi dan keluarga, tetapi juga memperkuat perekonomian nasional. (ris)


as a preferred source on Google




