Mojokerto (beritajatim.id) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan menjadi penerus pembangunan di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan wali kota yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi pelajar SMA se-Kota Mojokerto yang digelar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Taman Bahari Mojopahit, Rabu (3/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita menjelaskan bahwa kalangan pelajar menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena berada pada fase remaja yang identik dengan proses pencarian jati diri. Pada masa tersebut, pengaruh lingkungan dan pergaulan memiliki peran besar dalam membentuk karakter maupun pola pikir seseorang.
Menurutnya, minimnya pemahaman mengenai bahaya narkoba dapat membuat remaja lebih rentan menjadi sasaran berbagai modus penyalahgunaan narkotika yang kerap menyasar generasi muda. Karena itu, edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat kemampuan pelajar dalam mengenali risiko sekaligus menolak berbagai bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Ning Ita menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto bersama BNN terus berupaya memperluas pemahaman generasi muda terkait dampak buruk narkotika, baik terhadap kesehatan, masa depan pendidikan, maupun kehidupan sosial. Melalui sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, para pelajar diharapkan mampu membangun kesadaran untuk menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan narkoba tidak semata-mata ditujukan untuk melindungi remaja saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Pasalnya, para pelajar yang saat ini menempuh pendidikan akan menjadi generasi yang melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan di berbagai sektor pada masa mendatang.
Menurut Ning Ita, salah satu fondasi utama dalam menciptakan generasi yang lebih baik adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Dengan kondisi tersebut, generasi muda dapat mengembangkan potensi, kreativitas, serta daya saing yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman.
Kolaborasi antara Pemkot Mojokerto dan BNN dalam memberikan edukasi kepada pelajar menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika. Langkah ini sekaligus mendorong terbentuknya kesadaran kolektif di lingkungan sekolah maupun masyarakat mengenai pentingnya pencegahan sejak dini.
Melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kota Mojokerto berharap dapat menciptakan generasi penerus yang sehat, berkarakter, produktif, serta mampu berkontribusi positif bagi kemajuan daerah dan bangsa. Di tengah meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi remaja, penguatan literasi bahaya narkoba dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kualitas SDM Indonesia di masa depan. (tin)







