Surabaya (beritajatim.id) – Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur kembali ditegaskan melalui partisipasi One Pesantren One Product Jawa Timur (OPOP Jatim) dalam Rapat Koordinasi Forum Harmonisasi (Forhar) Pengembangan Ekonomi Syariah Jawa Timur, Selasa (3/3/2026).
Forum yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Surabaya, tersebut menjadi ruang strategis memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi dipimpin Deputi Direktur BI Jawa Timur, Yono Haryono. Ia menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan harmonisasi program antar lembaga, bukan pendekatan parsial. Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak sektor usaha berbasis syariah.
Dalam forum tersebut, BI Jatim memaparkan implementasi Program Penerapan Halal Lifestyle 2026. Program ini dijalankan melalui rangkaian kegiatan seperti FESyar Jawa yang mencakup edukasi, sosialisasi, pameran, hingga business matching. Selain itu, terdapat rencana Pembiayaan Syariah (BPS) pada April 2026 serta penguatan literasi melalui program BI Goes to Pesantren dan Kampus.
Kegiatan juga dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Jawa Timur, Departemen Ekonomi Islam FEB Universitas Airlangga, serta Badan Amil Zakat Nasional.
OPOP Jatim Fokus Penguatan SDM dan Daya Saing Produk
Dalam sesi pemaparan, Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin, menjelaskan perkembangan program pemberdayaan pesantren yang telah berjalan sejak 2019. Hingga kini, lebih dari 1.600 pesantren telah mendapatkan pendampingan usaha.
Program tersebut tidak hanya mendorong pembentukan unit bisnis, tetapi juga meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan manajemen, konsistensi mutu produk, pembenahan kemasan, penguatan branding, serta perluasan akses pasar.
Ghofirin menekankan bahwa penguatan SDM menjadi fondasi utama agar usaha pesantren mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan. Selain itu, OPOP Jatim terus mendorong standarisasi produk dan sertifikasi halal sebagai syarat utama memasuki rantai nilai halal nasional dan global.
Digitalisasi dan Literasi Jadi Agenda Prioritas
Diskusi dalam Rakor Forhar juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi ekonomi syariah dan digitalisasi UMKM. Penguatan pembiayaan syariah yang inklusif dinilai menjadi faktor penting untuk memperluas akses permodalan pelaku usaha pesantren.
Optimalisasi platform digital serta perluasan jaringan pemasaran diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM berbasis syariah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Targetkan Jatim Jadi Pusat Ekonomi Syariah Nasional
Melalui kolaborasi berkelanjutan dalam Forum Harmonisasi ini, OPOP Jatim menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi pesantren sebagai bagian dari ekosistem syariah Jawa Timur. Penguatan aspek halal melalui standarisasi, sertifikasi, serta edukasi halal lifestyle menjadi strategi utama menghadapi pertumbuhan industri halal global yang terus meningkat.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mengantarkan Jawa Timur menjadi pusat ekonomi syariah nasional sekaligus pemain penting dalam rantai nilai halal dunia. (ian)


as a preferred source on Google




