Lamongan (beritajatim.id) – Kodim 0812/Lamongan terus berupaya mengoptimalkan ketahanan pangan melalui berbagai inisiatif. Salah satu langkah yang diambil adalah bersinergi dengan instansi terkait untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada Senin (27/5/2024), Kodim Lamongan menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian Pemkab Lamongan di Makodim.
Dalam rapat tersebut, Dandim Letkol Arm Ketut Wira Purbawan menekankan pentingnya program pompanisasi untuk mewujudkan ketahanan pangan di Lamongan.
“Program pompanisasi ini penting untuk dioptimalkan demi terwujudnya ketahanan pangan di Lamongan,” tegas Letkol Wira.
Ia berharap, rapat koordinasi ini dapat menghasilkan berbagai ide dan gagasan yang dapat mendongkrak produktivitas pertanian di Lamongan.
“Semuanya memfokuskan diri untuk mendukung program Pemerintah, salah satunya ketahanan pangan ini,” jelasnya.
Potensi Pertanian di Lamongan
Kabupaten Lamongan, yang terdiri dari 27 kecamatan dan 462 desa dengan luas wilayah 1.812,80 km², memiliki potensi lahan pertanian yang signifikan. Lahan sawah mencakup 88.050,7 hektar (48,59 persen), lahan pertanian bukan sawah 60.283,7 hektar (33,27 persen), dan lahan bukan pertanian 18.638,8 hektar (10,29 persen).
Kabupaten Lamongan memiliki potensi komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. Pada tahun 2020, produksi padi mencapai 1.172.965 ton dengan luas areal tanam 153.316 hektar. Kecamatan Sugio mencatat produksi tertinggi dengan 87.591 ton, sementara Kecamatan Paciran mencatat produksi terendah dengan 4.397 ton.
Pada tahun 2021, produksi padi di Kabupaten Lamongan meningkat menjadi 1.205.921 ton dengan luas areal tanam 154.206 hektar. Kecamatan Sugio kembali mencatat produksi tertinggi dengan 87.598 ton, dan Kecamatan Paciran tetap menjadi yang terendah dengan 4.269 ton.
Dengan inisiatif seperti rapat koordinasi dan program pompanisasi, Kodim Lamongan bersama Dinas Pertanian berharap dapat terus meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di daerah ini. (hdl)


as a preferred source on Google




