Bogor (beritajatim.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor secara resmi meluncurkan Rumah Cegah Stunting (Ceting) di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, pada Selasa (5/11/24). Program ini merupakan langkah konkret Pemkab Bogor bersama masyarakat dan pihak swasta untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Bogor, yang saat ini memiliki angka stunting tertinggi kedua di Jawa Barat, mencapai 27,6 persen.
Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri, menjelaskan bahwa di Rumah Ceting ini, 172 orang – terdiri dari 88 balita dan 8 ibu hamil – akan mendapatkan makanan bergizi selama 30 hari. Setiap harinya, mereka menerima makanan utama dengan menu empat sehat lima sempurna serta makanan ringan berupa telur, susu, roti, dan buah. Bachril menegaskan bahwa program ini merupakan upaya kolaboratif dengan pihak swasta yang melengkapi program “orang tua asuh” yang telah ada. “Kami harap Kabupaten Bogor bisa mencapai target zero stunting sesuai harapan Jawa Barat,” ujarnya.
Untuk mendukung pemantauan kesehatan, petugas akan rutin memantau perkembangan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak-anak stunting setiap hari. Kegiatan ini disertai dengan pemberian vitamin dan makanan sehat secara teratur, tiga kali sehari mulai dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Bachril juga menyampaikan apresiasi kepada Jimmy, seorang pengusaha lokal yang menggunakan dana pribadinya untuk mendukung program ini tanpa anggaran dari APBD. “Kami berharap semakin banyak pengusaha di setiap kecamatan yang ikut serta membantu,” ujar Bachril.
Di lokasi yang sama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi, menambahkan bahwa sejumlah dokter spesialis dari RSUD Ciawi akan memantau langsung perkembangan anak-anak di Rumah Ceting setidaknya seminggu sekali. “Langkah ini bertujuan menurunkan stunting di Kabupaten Bogor agar bisa mencapai target zero stunting di Bumi Tegar Beriman,” jelas Agus.
Ketua Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Fajar Supriyadi Santosa, juga memberikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap kolaborasi Pemkab Bogor bersama pengusaha bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di Jawa Barat. “Dengan gotong royong hingga ke tingkat kecamatan dan desa, kita berharap dapat mewujudkan zero stunting dan Indonesia Emas pada 2045,” ujarnya optimis.
Jimmy, pengusaha sekaligus tokoh masyarakat Tamansari, merasa bangga dapat berkontribusi dalam program ini. “Saya berkomitmen mendukung penuh pemerintah agar SDM Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor, menjadi generasi yang kuat menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Pemkab Bogor berharap langkah ini dapat menjadi solusi efektif dalam upaya mengurangi stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bogor. (hdl)


as a preferred source on Google




