Bekasi (beritajatim.id) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir demi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Joko Agus Setyono, dalam kunjungan bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq ke TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kunjungan ini, Sekda Joko didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Asep Kuswanto, Inspektur Provinsi DKI Syaefuloh Hidayat, dan Kepala Biro Kerja Sama Daerah DKI Marulina Dewi. Sekda Joko menekankan pentingnya peran TPST Bantargebang sebagai fasilitas utama pengolahan sampah DKI Jakarta yang kini hampir mencapai kapasitas maksimal dengan volume sampah harian mencapai 7.360 ton dan ketinggian landfill lebih dari 50 meter.
“TPST Bantargebang merupakan fasilitas utama pengolahan akhir sampah di Jakarta sejak 1989. Dengan kapasitas yang hampir penuh, langkah-langkah komprehensif diperlukan,” ujar Joko, Minggu (27/10).
Berbagai upaya di tingkat hulu telah dilakukan, termasuk program RW mandiri sampah, bank sampah, pusat daur ulang di Jakarta Recycle Centre, pengelolaan sampah di area perkantoran, dan penanggulangan sampah plastik. Selain itu, Pemprov juga menggalakkan program pengelolaan sampah organik melalui komposting dan budidaya larva BSF (Black Soldier Fly).
Di tahap tengah, Pemprov DKI mengelola TPS dan TPS3R, pengelolaan sampah di badan air, pembangunan fasilitas RDF (Refuse Derived Fuel) dengan kapasitas 2.500 ton per hari, dan pengelolaan sampah di Kepulauan Seribu. Di tahap hilir, TPST Bantargebang juga dilengkapi dengan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan fasilitas RDF, yang mendukung program landfill mining serta jaminan sosial bagi para pemulung di TPST.
Pada 2023, PLTSa di Bantargebang berhasil mengolah 16.037 ton sampah dan menghasilkan listrik sebesar 1.106 MWh. Di sisi lain, RDF Plant TPST telah mengolah sampah dengan nilai kalor mencapai 4.100 kkal/kg yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti PT Indocement Tbk dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.
Pemprov DKI juga aktif memperluas kerja sama dengan sektor swasta, komunitas, dan akademisi untuk inovasi teknologi serta program edukasi yang meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah.
“Dukungan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, swasta, komunitas, dan akademisi, akan mendukung target kami untuk pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70% pada 2025 sesuai Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas),” pungkas Joko. (hen/hdl)


as a preferred source on Google




