Jakarta (beritajatim.id) – Komisi XII DPR RI meminta Pertamina dan PLN mempercepat langkah pemulihan distribusi BBM serta pasokan listrik di Aceh setelah wilayah tersebut mengalami banjir dan longsor. Masyarakat di sejumlah daerah terdampak melaporkan kesulitan mendapatkan bahan bakar, sementara aliran listrik masih terputus di banyak titik, sehingga menghambat aktivitas warga dan memperlambat proses distribusi bantuan.
Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, menilai situasi ini membutuhkan penanganan cepat mengingat banyak wilayah yang belum dapat dijangkau akibat akses darat terputus. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas besarnya jumlah warga terdampak serta terganggunya jaringan komunikasi di daerah bencana.
Dalam agenda Rapat Kerja Komisi XII bersama Menteri Lingkungan Hidup di kompleks parlemen, Ramson menjelaskan bahwa Pertamina telah diminta segera mengirim tim ke lapangan. Pertamina Patra Niaga, menurut penjelasannya, sudah berada di sejumlah titik di Sumatra dan Aceh, namun kendala distribusi masih tinggi akibat sulitnya akses dan biaya yang besar. Komisi XII mendorong agar Pertamina menyiapkan opsi distribusi udara seperti pesawat carter dan helikopter untuk menjangkau lokasi yang masih terisolasi.
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa percepatan distribusi BBM harus menjadi prioritas utama mengingat kebutuhan masyarakat dan pentingnya memperlancar pengiriman logistik ke daerah yang masih terputus.
Selain Pertamina, PLN juga diminta bergerak cepat memulihkan jaringan listrik. Ramson menyampaikan bahwa rapat dengar pendapat dengan direksi PLN sempat ditunda karena pimpinan perusahaan langsung menuju Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk menangani gangguan kelistrikan. Upaya pemulihan disebut terus berjalan, tetapi sejumlah wilayah yang belum dapat ditembus jalur darat masih mengalami pemadaman.
Terkait pernyataan Pemerintah Aceh bahwa ketersediaan stok BBM sebenarnya aman namun distribusinya terhambat oleh pasokan listrik di SPBU, Ramson menyebut hal tersebut akan segera dikonfirmasi kepada pihak PLN. Ia menilai kemungkinan terdapat faktor teknis yang membuat listrik belum dapat sepenuhnya disalurkan dan meminta agar penanganan lapangan dipercepat dengan dukungan peralatan yang memadai.
Ia juga menyebutkan bahwa TNI telah membantu membuka akses bagi tim logistik, namun beberapa daerah tetap sulit dijangkau sehingga membuat pemulihan energi membutuhkan waktu lebih panjang.
Komisi XII memastikan akan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait dalam waktu dekat untuk meminta penjelasan lebih lengkap mengenai perkembangan pemulihan energi dan penanganan kebutuhan warga terdampak bencana. Ramson menegaskan bahwa laporan lanjutan dari Pertamina dan PLN akan menjadi perhatian utama dalam langkah pengawasan komisi. (rio)


as a preferred source on Google




