Jakarta (beritajatim.id) – Pergerakan masyarakat pada puncak Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tercatat masih tinggi, dengan total 873.916 penumpang angkutan umum pada Sabtu, 21 Maret 2026. Data tersebut dirilis oleh Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titits Dewi, menyampaikan bahwa mobilitas masyarakat selama hari Lebaran tetap tinggi namun masih dalam kondisi terkendali. Moda transportasi kereta api menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan.
Berdasarkan data harian, jumlah penumpang kereta api mencapai 364.649 orang, terdiri dari perjalanan antarkota dan regional. Angkutan udara mencatat 206.785 penumpang, disusul angkutan penyeberangan sebanyak 177.564 orang. Sementara itu, angkutan darat melalui bus mencatat 103.777 penumpang dan angkutan laut sebanyak 21.141 penumpang.
Secara kumulatif sejak H-8 hingga hari H Lebaran, total pergerakan penumpang angkutan umum mencapai 10.887.584 orang. Angka ini meningkat 8,58 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan signifikan terjadi pada moda kereta api dan penyeberangan, yang masing-masing mencatat pertumbuhan dua digit.
Selain mobilitas penumpang, arus kendaraan juga terpantau padat di sejumlah titik, khususnya kawasan Jabodetabek. Pada hari Lebaran, kendaraan yang keluar dari gerbang tol wilayah tersebut mencapai 193.237 unit, sementara kendaraan yang masuk sebanyak 122.074 unit. Total pergerakan kendaraan di gerbang tol Jabodetabek tercatat 380.753 unit, ditambah 353.546 unit di wilayah non-Jabodetabek.
Di jalur arteri, kendaraan yang keluar dari Jabodetabek mencapai lebih dari 600 ribu unit, sementara yang masuk sekitar 460 ribu unit. Aktivitas kendaraan di jalur arteri luar wilayah metropolitan juga menunjukkan angka tinggi, menandakan mobilitas masyarakat masih berlangsung intensif.
Dari sisi kinerja layanan, ketepatan waktu atau on time performance (OTP) angkutan umum relatif baik, khususnya pada moda perkeretaapian yang mendekati 100 persen. Moda udara domestik juga mencatat performa cukup tinggi, meskipun penerbangan internasional masih berada di bawahnya. Angkutan laut dan penyeberangan turut menunjukkan kinerja stabil, sementara moda darat masih menghadapi tantangan ketepatan waktu.
Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa pengawasan dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan kelancaran penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Upaya ini mencakup pemantauan intensif di berbagai simpul transportasi serta peningkatan standar keselamatan dan keamanan perjalanan.
Memasuki periode arus balik, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026. Ernita Titits Dewi juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, mempersiapkan perjalanan dengan matang, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (hdl)


as a preferred source on Google




