Jakarta (beritajatim.id) – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN Indonesia Power UBP 2 Banten Labuan dan Mapala STKIP Babunnajah melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam 500 pohon buah di kawasan Gunung Aseupan, Provinsi Banten.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen PLN Grup dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, terutama di wilayah hulu yang memegang peran penting dalam menjaga kualitas ekosistem air dan kestabilan tanah.
Sebanyak 200 pohon berasal dari PLN EPI, sementara 300 lainnya disumbangkan oleh PLTU Labuan. Penanaman dilakukan di area-area strategis di lereng Gunung Aseupan, yang memiliki potensi besar untuk konservasi dan penopang cadangan air bersih bagi wilayah sekitarnya.
Simbol Harapan dan Sinergi untuk Bumi yang Lebih Hijau
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menegaskan pentingnya menanam pohon sebagai simbol harapan dan sinergi antar pihak dalam menjaga kelestarian alam.
“Menanam pohon adalah menanam harapan. Aksi ini menjadi simbol sinergi antara PLN Grup dan komunitas lingkungan dalam menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih baik,” ujar Mamit.
Lebih lanjut, Mamit menyampaikan bahwa upaya pelestarian tidak hanya dilakukan di wilayah hilir, tetapi harus dimulai dari hulu. Penanaman pohon di kawasan pegunungan seperti Gunung Aseupan dapat memberikan manfaat strategis, di antaranya:
- Menjaga keberlangsungan mata air
- Mencegah erosi dan bencana longsor
- Meningkatkan keanekaragaman hayati
- Menyediakan sumber pangan berkelanjutan dari buah-buahan
Dukungan terhadap ESG dan SDGs
Langkah penghijauan ini sejalan dengan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung oleh PLN EPI, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
- SDG 13: Penanganan perubahan iklim melalui aksi nyata
- SDG 15: Perlindungan ekosistem daratan dan pelestarian keanekaragaman hayati
Kolaborasi Multipihak untuk Masa Depan Lingkungan
Kegiatan penanaman ini tidak hanya diinisiasi oleh korporasi, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, antara lain pemuda pecinta alam (Mapala), tokoh masyarakat, dan aparatur desa setempat. Kolaborasi multipihak ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari terus jaga bumi, dari hulu hingga hilir,” tutup Mamit.
Melalui aksi ini, PLN EPI berharap dapat menjadi penggerak dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan. Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan peran semua pihak dalam menjaga bumi — mulai dari tindakan kecil seperti menanam pohon, hingga komitmen besar terhadap transformasi hijau di sektor energi. (dya/ted)

as a preferred source on Google




