Surabaya (beritajatim.id) – – Pascatragedi tenggelamnya empat siswa SMP Negeri 7 Kota Mojokerto di Pantai Drini, Kabupaten Gunung Kidul, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi program study tour, karyawisata, dan outing class di sekolah-sekolah.
Pernyataan ini disampaikan Adhy saat bertakziah ke rumah duka para korban pada Kamis (30/1/2025). Keempat korban yang meninggal dalam insiden tersebut adalah Malven Yusuf Adh Dhuqa (13), Alfian Aditya Pratama (13), Rifky Yoeda Pratama (13), dan Bayhaki Faqtyansah (13), yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Mojokerto.
Melalui siaran pers pada Jumat (31/1/2025), Adhy menekankan pentingnya memastikan keamanan destinasi yang dikunjungi siswa, terutama di musim penghujan yang rawan bencana hidrometeorologi.
“Kita pastikan destinasi yang akan dituju betul-betul aman. Apalagi pada musim rawan bencana hidrometeorologi seperti ini, yang punya potensi sangat besar, termasuk gelombang tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun kegiatan karyawisata memiliki manfaat bagi perkembangan siswa, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Ia menegaskan bahwa anak-anak harus bermain dengan aman dan selalu dalam pengawasan pendamping.
Evaluasi untuk Seluruh Jawa Timur
Evaluasi program study tour ini tidak hanya berlaku bagi sekolah di Mojokerto, tetapi juga seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Adhy berharap ke depan, program karyawisata bisa lebih aman dengan pengawasan ketat, pendampingan memadai, serta pemilihan destinasi yang lebih teliti.
“Semua pihak, baik Dinas Pendidikan maupun kepala sekolah, harus memperhatikan hal ini. Termasuk penggunaan kendaraan yang harus diperhatikan kelayakannya, jangan hanya karena harga murah,” tambahnya.
Dalam kesempatan takziah tersebut, Adhy didampingi Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Jawa Timur.
Selain menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga korban, pihaknya juga mengikuti zikir dan tahlil serta menyerahkan santunan berupa uang tunai Rp 10 juta untuk masing-masing korban, paket sembako, serta tambahan Rp 5 juta dari DPRD Jawa Timur.
Kronologi Tragedi
Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (28/1/2025), saat 13 siswa SMP Negeri 7 Kota Mojokerto mengikuti program outing class di Pantai Drini.
Dari total 13 siswa, sembilan berhasil diselamatkan, sementara tiga korban ditemukan meninggal pada hari yang sama. Satu korban lainnya ditemukan meninggal pada Rabu (29/1/2025).
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan ke depannya kegiatan study tour dapat berjalan lebih aman dan terjamin keselamatannya bagi para siswa. (hdl)


as a preferred source on Google




