Lumajang (beritajatim.id) – Polres Lumajang meningkatkan pengawasan distribusi gas elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah guna merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG subsidi. Langkah ini dilakukan secara serentak dengan melibatkan jajaran Polsek di berbagai kecamatan.
Pengecekan dilakukan di wilayah Pasirian, Kunir, Pronojiwo, Lumajang Kota, hingga Senduro. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi agar gas bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Kapolres Lumajang, Alex Sandy Siregar, melalui Kasi Humas Ipda Suprapto menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok. Ia menyebutkan, langkah ini juga bertujuan mengantisipasi potensi penyimpangan di lapangan, termasuk penimbunan maupun distribusi yang tidak tepat sasaran.
Di wilayah Pasirian, hasil pemantauan menunjukkan pasokan dari Pertamina ke SPBE berjalan normal dengan volume mencapai sekitar 50 ton per hari. Namun, distribusi ke sejumlah wilayah masih belum merata, sehingga memicu ketimpangan ketersediaan di tingkat agen dan pangkalan.
Sementara itu, kondisi berbeda ditemukan di Pronojiwo. Di salah satu pangkalan, jumlah tabung kosong jauh lebih banyak dibandingkan tabung berisi. Meski distribusi harian tetap berjalan dengan kisaran 90 hingga 110 tabung, keterbatasan stok menjadi kendala yang cukup terasa di masyarakat.
Di pusat kota Lumajang, pengecekan bersama Forkopimca mengungkap adanya penurunan pasokan sejak beberapa pekan sebelum Lebaran. Pengiriman gas disebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dari kondisi normal. Selain itu, antrean pengisian di tingkat agen turut memperlambat distribusi ke pangkalan.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Kunir. Selain kuota pengiriman yang terbatas, distribusi hanya dilakukan satu kali dalam sepekan. Situasi semakin diperparah dengan tidak adanya pengiriman saat hari libur nasional, yang berdampak langsung pada ketersediaan stok di tingkat masyarakat.
Di wilayah Senduro, hasil pemantauan menunjukkan stok LPG dalam kondisi kosong di tingkat agen. Tingginya permintaan dari luar daerah diduga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kelangkaan di wilayah ini.
Polres Lumajang memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi berbagai kendala distribusi. Masyarakat juga diimbau menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya, agar distribusi tetap adil dan merata.
Langkah pengawasan intensif ini diharapkan mampu menormalkan kembali distribusi LPG 3 kilogram di Lumajang, sehingga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan. (tin)


as a preferred source on Google




