Ngawi (beritajatim.id) – Polres Ngawi terus memperkuat dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Tiga SPPG tersebut berada di Desa Ketanggi Kecamatan Ngawi, Desa Cangakan Kecamatan Kasreman, dan Desa Sidorejo Kecamatan Karangjati. Kehadiran fasilitas tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya penerima manfaat Program MBG.
Dari tiga SPPG yang dikelola Polres Ngawi itu, sekitar 7.500 penerima manfaat program makan bergizi dapat terlayani. Selain fokus pada distribusi makanan bergizi, pengelolaan SPPG juga menitikberatkan pada standar keamanan pangan atau food safety.
Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama melalui Kasiwas Polres Ngawi, Badrudin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola SPPG akan terus dilakukan demi mendukung keberhasilan program MBG.
Menurutnya, seluruh SPPG Polres Ngawi telah memenuhi sejumlah standar kelayakan dan keamanan pangan guna memastikan kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga. Penerapan prinsip food safety dilakukan secara konsisten agar kandungan gizi dan higienitas makanan tetap sesuai standar.
Selain menerapkan sistem keamanan pangan, SPPG Polres Ngawi juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi pendukung, di antaranya Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Sertifikat Jaminan Produk Halal, hingga Sertifikat Uji Laboratorium Air.
Badrudin menyebut penguatan tata kelola dan inovasi di lingkungan SPPG akan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan profesional.
Di sisi lain, Polda Jawa Timur juga menggelar lomba SPPG sebagai bentuk evaluasi sekaligus motivasi bagi jajaran kepolisian di tingkat Polres dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Tim penilai dari Itwasda Polda Jatim yang dipimpin Eko Nur W. melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas SPPG, mulai dari ruangan produksi, sarana pendukung, hingga administrasi pengelolaan.
Penilaian lomba meliputi berbagai aspek penting seperti kualitas layanan, mitigasi risiko, kuantitas produksi, ekosistem rantai pasok pangan, hingga inovasi dalam pengelolaan SPPG.
Melalui penguatan standar keamanan pangan dan pengawasan berkelanjutan, Polres Ngawi berharap program MBG dapat berjalan maksimal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi yang sehat dan aman. (tin)


as a preferred source on Google




