Surabaya (beritajatim.id) – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Polda Jatim kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi ekonomi masyarakat dengan menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh wilayah hukum, Jumat (8/8).
Kegiatan ini digelar di depan Mapolrestabes Surabaya dan Polsek jajaran, sebagai langkah konkret merespons fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap membebani warga.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pasar murah kali ini menyediakan total 25 ton beras yang dijual seharga Rp12.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasaran.
“Selain beras, juga tersedia minyak goreng, terigu, dan gula. Untuk setiap pembelian, masyarakat akan mendapat gula atau minyak goreng secara gratis, tinggal pilih,” ujar Kombes Luthfi.
Sistem Pembelian dan Pemerataan Distribusi
Untuk memastikan pemerataan, setiap keluarga dibatasi maksimal membeli dua kemasan atau setara 10 kilogram beras. Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa langkah ini diambil agar seluruh lapisan warga bisa mendapatkan manfaatnya.
Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga ditujukan untuk memberi kepastian ketersediaan pangan bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Kombes Luthfi memastikan Gerakan Pangan Murah bukan sekadar program sekali jalan. Distribusi akan diatur secara terjadwal di titik-titik strategis kota Surabaya.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan terus secara berkelanjutan. Mungkin tidak serentak setiap hari, tapi setiap hari akan ada di lokasi berbeda,” jelasnya.
Menurutnya, selain membantu meringankan beban warga, program ini diharapkan dapat menjaga psikologis pasar sehingga spekulasi harga bahan pokok dapat ditekan sejak dini.
Strategi Keamanan Sosial
Gerakan Pangan Murah dinilai tidak hanya sebagai aksi sosial, tetapi juga bagian dari strategi keamanan sosial untuk menciptakan suasana kondusif di tengah dinamika ekonomi.
“Kami berharap kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui program ini dapat memberikan rasa aman, sejuk, dan mempererat kedekatan antara Polisi dan warga,” pungkas Kombes Luthfi. (tin/ted)


as a preferred source on Google




