Jakarta (beritajatim.id) – Polri memastikan identifikasi jenazah korban kebakaran Glodok Plaza di Tamansari, Jakarta Barat, akan terus dilakukan. Proses ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri untuk membantu keluarga korban.
“Kami berkomitmen untuk mengidentifikasi korban berdasarkan barang bukti dan jejak jenazah yang ditemukan. Hingga saat ini, kami telah mengolah 12 kantong jenazah,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.
Hingga kini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih mengidentifikasi 9 dari total 12 jenazah yang ditemukan. Tiga jenazah lainnya sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak.
Kombes Pol Ade Ary menegaskan bahwa tujuan utama proses identifikasi adalah memastikan identitas para korban, sehingga jenazah dapat dikembalikan kepada keluarga secepat mungkin.
“Proses identifikasi ini kami lakukan agar jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak,” tambahnya.
Langkah-Langkah Proses Identifikasi
Proses identifikasi dilakukan dengan data antemortem yang diserahkan keluarga korban, seperti rekam medis dan ciri-ciri fisik. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan hasil postmortem yang diperoleh dari jenazah.
Setelah proses rekonsiliasi, tim DVI menyimpulkan apakah jenazah atau bagian tubuh sudah teridentifikasi.
“Kami juga telah menyisir lokasi kebakaran, mengevakuasi korban, dan membawa jenazah ke RS Polri untuk diperiksa lebih lanjut,” terang Kombes Pol Ade Ary.
Polri turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kebakaran Glodok Plaza. Kombes Pol Ade Ary menegaskan bahwa Polri berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden maut ini secara profesional dan transparan.
“Kami menghaturkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara prosedural dan profesional,” tutupnya. (ted)


as a preferred source on Google




