Jakarta (beritajatim.id) – Kehangatan dan antusiasme masyarakat mewarnai suasana Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, saat Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perjalanan kembali ke Jakarta menggunakan Kereta Cepat Whoosh, Kamis (7/8/2025). Perjalanan ini merupakan bagian dari penutup rangkaian kunjungan kerja Presiden di Provinsi Jawa Barat.
Sejak tiba di stasiun, kehadiran Kepala Negara langsung disambut hangat oleh masyarakat. Banyak warga yang telah menunggu untuk menyapa, melambaikan tangan, hingga mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.
“Hallo Pak Prabowo…,” seru seorang warga penuh semangat, yang disambut lambaian tangan dan senyum dari Presiden. Beberapa penumpang yang beruntung bahkan mendapat kesempatan berjabat tangan langsung dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

Presiden kemudian menaiki Kereta Cepat Whoosh dengan nomor perjalanan G1036 yang berangkat tepat pukul 14.23 WIB dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Halim, Jakarta Timur. Perjalanan ini ditempuh dalam waktu sekitar 29 menit, menunjukkan efisiensi dan kemajuan transportasi publik nasional.
Setibanya di Stasiun Halim, Presiden kembali disambut warga yang telah mengetahui kedatangannya. Sejumlah masyarakat terlihat berkumpul di sekitar area luar stasiun demi menyambut sang Presiden, bahkan ada yang berharap bisa berfoto bersama.
Presiden Prabowo pun tak mengecewakan harapan warga. Ia menyempatkan diri menyapa dan berswafoto dengan beberapa warga yang antusias. Aksi spontan dan humanis ini kembali menunjukkan kedekatan Presiden dengan rakyatnya.
Dalam perjalanan tersebut, Presiden Prabowo turut didampingi oleh sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo.
Sebagai informasi, sebelumnya pada Rabu malam (6/8/2025), Presiden Prabowo juga menggunakan moda transportasi yang sama saat bertolak ke Jawa Barat. Keputusan menggunakan Kereta Cepat Whoosh alih-alih pesawat atau helikopter ini dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap modernisasi dan efisiensi transportasi publik di Indonesia.
Dengan waktu tempuh hanya 45 menit dari Stasiun Halim ke Stasiun Tegalluar, Presiden dan rombongan menikmati kenyamanan fasilitas kereta yang juga digunakan oleh penumpang umum. Kehadiran Presiden di moda transportasi publik ini sekaligus memperkuat pesan bahwa efisiensi dan aksesibilitas infrastruktur harus dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. (hen/hdl)


as a preferred source on Google




