Jakarta (beritajatim.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara tegas mengingatkan masyarakat tentang bahaya judi online dan offline. Dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk menjauhi praktik perjudian dan menggunakannya untuk tujuan yang lebih bermanfaat.
“Jangan judi. Jangan berjudi, baik secara offline maupun online. Lebih baik uang itu ditabung atau dijadikan modal usaha,” tegas Presiden dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Jokowi menyoroti dampak negatif judi yang mencakup kehilangan harta benda, perpecahan keluarga, serta meningkatnya kejahatan dan kekerasan di masyarakat. “Judi bukan hanya mempertaruhkan uang, tapi juga masa depan diri, keluarga, dan anak-anak kita,” ujarnya.
Pemerintah, menurut Presiden, serius dalam memberantas judi online. Saat ini, lebih dari 2,1 juta situs judi online telah ditutup, dan satgas khusus sedang dibentuk untuk mempercepat upaya pemberantasan. “Satgas judi online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk yang harapan kita dapat mempercepat pemberantasan judi online,” ucap Presiden.
Menyadari sifat transnasional judi online yang melibatkan berbagai yurisdiksi, Presiden menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membendung perjudian. “Salah satu pertahanan yang paling penting adalah pertahanan dari masyarakat kita sendiri serta pertahanan pribadi,” tegasnya.
Presiden Jokowi juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga negara untuk aktif mengingatkan, mengawasi, dan melaporkan segala bentuk aktivitas perjudian. Keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat penting dalam upaya membangun pertahanan nasional terhadap perjudian online. (adi)


as a preferred source on Google




