Bondowoso (beritajatim.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bondowoso terus berjalan bertahap. Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Arh. Achmad Yani, menyebutkan saat ini sudah terbentuk 13 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan semuanya telah beroperasi.
Selain itu, dua SPPG telah ditetapkan Kepala SPPG, sementara 43 dapur lainnya masih dalam tahap persiapan. Menurutnya, setiap mitra yang mendaftar harus melalui proses verifikasi hingga kesiapan sarana dan prasarana.
Tahap persiapan diberi waktu 45 hari hingga dapur benar-benar dinyatakan siap beroperasi. “Bondowoso mendapat kuota sekitar 60–70 SPPG, terakhir dalam rapat sudah diperkirakan 65 titik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga nanti untuk ibu hamil,” jelasnya, Jumat (19/9/2025).
Untuk menjaga kualitas, ia mendorong agar bahan makanan dipasok dari supplier lokal. Dengan begitu, ekonomi masyarakat sekitar juga ikut bergerak.
Proses memasak di dapur dianjurkan menggunakan peralatan standar dengan pendampingan ahli gizi. Hal ini untuk memastikan makanan sehat, bergizi, dan aman dikonsumsi.
“Kadang saya cek langsung, misalnya porsi sayur terlalu sedikit atau protein kurang sesuai. Kita harapkan saat waktu penyajian, makanan masih segar dan gizinya tercukupi,” ujarnya.
Terkait kekhawatiran soal keracunan, Dandim menegaskan dapur MBG tidak mungkin secara sengaja menyebabkan hal tersebut. “Kalau ada unsur kesengajaan, itu sudah masuk ranah hukum. Tapi yang terpenting, pengawasan terus dilakukan,” tegasnya.
Ia juga menanggapi dinamika di media sosial terkait pro dan kontra program pemerintah. “Namun yang harus dilihat, manfaat program ini jauh lebih besar, terutama untuk anak-anak dan ibu hamil, termasuk masyarakat di sekitarnya,” lanjutnya.
Dari sisi operasional, anggaran program mencakup bahan makanan, biaya sewa, dan operasional. Para karyawan mendapat upah Rp100 ribu per hari, sementara sistem kerja diatur oleh Kepala SPPG agar lebih efektif.
Di dapur Kodim misalnya, proses memasak dimulai pukul 02.00–03.00 dini hari untuk melayani sekitar 3000 penerima manfaat.
Alur pencairan dana juga diatur jelas melalui virtual account (VA). Dana dicairkan diawal untuk kebutuhan 10 hari ke depan agar distribusi tidak terhambat.
“Program ini kita jalankan agar anak-anak bisa menikmati makanan sehat setiap hari. Kualitas dan ketepatan distribusi menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” pungkas Achmad Yani. [awi/ian]


as a preferred source on Google




