Flores Timur (beritajatim.id) – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan dampak serius bagi warga setempat, termasuk korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Meski kolom abu tak teramati, aktivitas vulkanik tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo 17 mm dan durasi sekitar 3 menit 5 detik. Status gunung pun ditingkatkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas).
Korban jiwa dari bencana ini tercatat sembilan orang, terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan, semuanya warga Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Selain itu, satu korban luka berat tengah dirawat di RSUD Larantuka akibat terkena lahar panas.
Kerusakan dan Pengungsian Warga
Kerusakan material akibat erupsi meliputi tujuh fasilitas umum, termasuk sekolah dan balai dusun di Desa Klatanlo dan Hokeng Jaya. Sebanyak 23 rumah warga mengalami kerusakan berat, tersebar di Desa Klatanlo (19 rumah), Desa Hokeng Jaya (tiga rumah), dan Desa Dulipali (satu rumah).
Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah mendirikan pos pengungsian bagi 2.660 warga terdampak. Rincian jumlah pengungsi di tiap lokasi antara lain:
- Pos Konga: 833 orang
- Pos Bokang: 616 orang
- Pos Lewolaga: 789 orang
- SDK Hokeng Sikka: 422 orang
Setiap pos dilengkapi dengan fasilitas dapur umum, tenda, dan toilet umum untuk menunjang kebutuhan pengungsi.
Sinergi Lintas Lembaga dalam Tanggap Bencana
Polres Flores Timur bersama Kodam Jaya, BPBD, Dinas Sosial, dan relawan lokal bahu-membahu dalam memberikan bantuan kemanusiaan bagi ribuan pengungsi. Bantuan yang diberikan mencakup makanan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya. Selain itu, upaya pemulihan psikologis juga dilakukan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan keluarga.
Kolaborasi antara Polri dan TNI bersama stakeholder lainnya tak hanya mencakup bantuan logistik, tetapi juga pembukaan kembali akses jalan yang tertutup akibat material erupsi dan pohon tumbang. Tim gabungan bergerak cepat membersihkan jalan untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy, menekankan pentingnya kolaborasi dalam situasi darurat ini. “Kolaborasi antar lembaga sangat esensial. Kami berkomitmen membantu masyarakat secepat mungkin dalam evakuasi dan pemulihan. Kami juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada dan mendukung langkah mitigasi ini,” ujarnya.
Imbauan untuk Warga Terdampak
Polres Flores Timur juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak panik. Dalam penanganan ini, aparat keamanan dan relawan terus mengupayakan evakuasi serta pemulihan di lapangan. Polda NTT berkomitmen memastikan keamanan pos pengungsian dan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Kami turut berbela sungkawa atas tragedi yang dialami warga. Kehilangan nyawa dan kerugian ini sangat menyentuh hati. Kami berkomitmen mendampingi dan memastikan keselamatan seluruh warga terdampak. Semoga dengan sinergi ini, pemulihan bisa berjalan cepat dan efektif,” ungkap Kombes Ariasandy.
Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait status gunung dan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk menjaga keselamatan di wilayah terdampak. (ted)


as a preferred source on Google




