Mojokerto (beritajatim.id) – Ratusan calon polisi dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur menunjukkan sisi humanis dan kepedulian sosial dalam aksi nyata bertajuk kerja bakti serentak di Kecamatan Bangsal, Mojokerto.
Kegiatan ini dilakukan oleh 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2025 sebagai bagian dari implementasi pelajaran kohesi sosial di tengah masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., para siswa menyebar di lima titik strategis, meliputi:
- Masjid Mujahidin (Desa Sidulyo)
- Masjid Al Aziz (Desa Sumbertebu)
- Masjid An Nur (Desa Puloniti)
- Pondok Pesantren Tanwirul Qulub
- Pasar Sawahan, Desa Sumbertebu
Kegiatan ini tidak hanya sebatas membersihkan fasilitas umum, namun juga diisi dengan pemberian bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga dan pedagang sekitar.
Belajar dari Masyarakat, Menjadi Polisi yang Peka Sosial
Kombes Pol Agus Wibowo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, khususnya dalam membentuk karakter Bhayangkara yang humanis dan peka terhadap masyarakat.
“Kami tidak hanya mencetak polisi yang terampil secara teknis, tapi juga membentuk pribadi yang memiliki empati, bisa merasakan denyut nadi masyarakat, dan menanamkan bahwa polisi adalah pelayan rakyat,” ujar Kombes Agus.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi modal penting bagi para siswa sebelum terjun ke dunia tugas yang sesungguhnya.
Pasar Sawahan Mendadak Bersih, Warga Terharu
Salah satu momen paling menyentuh terjadi di Pasar Sawahan, saat para siswa Diktukba Polri membersihkan lorong-lorong pasar dan menyerahkan paket sembako kepada para pedagang.
Bu Yuli, seorang pedagang sayur, mengaku terkejut dan tersentuh dengan aksi para calon Bhayangkara tersebut.
“Kaget saya, Mas. Biasanya lihat polisi itu gagah-gagah di jalan. Sekarang malah turun tangan punguti sampah, bersihkan pasar, bahkan kasih sembako. Adem hati ini,” ucap Bu Yuli sambil tersenyum.
Ia menambahkan bahwa kebersihan pasar meningkat dan suasana menjadi lebih nyaman untuk berjualan.
Pesantren Ikut Merasakan Manfaat
Di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, para siswa juga melakukan pembersihan dan berinteraksi dengan para santri. Ustad Roziqin Hafidz, pengasuh pesantren, memberikan apresiasi yang mendalam.
“Kehadiran para siswa ini membawa energi positif. Disiplin, kerja keras, dan kepedulian mereka menjadi contoh nyata yang menyentuh hati. Semoga kelak mereka menjadi polisi yang amanah dan dicintai rakyat,” harap Ustad Roziqin.
Bakti Sosial Polri, Membangun Kepercayaan dari Akar Rumput
Kegiatan ini memperlihatkan wajah Polri yang lebih dekat dan peduli kepada masyarakat. Selain menjadi latihan bagi para siswa, aksi tersebut juga membangun jembatan komunikasi yang hangat antara institusi kepolisian dan masyarakat akar rumput.
Dengan pendekatan seperti ini, SPN Polda Jatim berharap dapat melahirkan generasi Bhayangkara yang tidak hanya disegani karena kewenangannya, tetapi juga dihormati karena kepeduliannya.(tin)


as a preferred source on Google




