Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Seni dan Budaya»Sudirman Said: Pertunjukan Teater Koma Potret Potensi Industri Kreatif Bertaraf Internasional

Sudirman Said: Pertunjukan Teater Koma Potret Potensi Industri Kreatif Bertaraf Internasional

Ade MSGAde MSG Seni dan Budaya 9 Juni 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sudirman Said
Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said turut terhanyut bersama dengan ratusan penonton dalam pertunjukan teater dengan lakon Matahari Papua di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat malam (7/6/2024).

Jakarta (beritajatim.com) – Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said turut terhanyut bersama dengan ratusan penonton dalam pertunjukan teater dengan lakon Matahari Papua di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat malam (7/6/2024).

Naskah Matahari Papua ditulis oleh Norbertus Riantiarno atau biasa dipanggil Nano Riantiarno pada tahun 2014 dan disutradarai oleh anaknya, Rangga Riantiarno. Matahari Papua yang membawa pesan kemerdekaan, baik secara universal maupun individual ini juga diselingi dengan humor, kostum dan aksesoris lucu dan menarik, sehingga penonton ikut terhibur. Khas Teater Koma yang senantiasa membawa pesan sosial (politik) yang kental dalam kemasan pop.

“Ini karya sangat bagus, hiburan sekaligus edukasi yang memiliki banyak makna dan membawa pesan tentang kemerdekaan baik secara individu maupun universal. Karya ini merupakan dedikasi almarhum Mas Nano terhadap seni pertunjukan yang kemudian dilanjutkan putranya, Mas Rangga,” ujar Sudirman usai menonton Teater Koma lakon Matahari Papu, Jumat (7/6/2024).

Baca Juga:  Sinopsis Hotel Mumbai (2018), Film Menyentuh Berdasar Kisah Nyata di India

Menurutnya, berdiri sejak 1977, Teater Koma masih tetap eksis hingga saat ini. Hal ini, kata dia, menunjukkan eksistensi dan konsistensi seni pertunjukan yang menginspirasi generasi penerus untuk menghargai kekayaan seni dan budaya bangsa.

Dia menyampaikan selamat untuk pagelaran Teater Koma yang ke-500 kalinya. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti konsistensi Teater Koma di dunia kreatif yang bergerak jauh, bahkan sebelum istilah industri kreatif populer seperti saat ini.

“Kita sebagai bangsa yang majemuk memiliki kekayaan seni dan budaya. Jika ini dikelola dengan baik, sudah tersedia gedung pertunjukan, teater seperti ini [Graha Bhakti Budaya], maka cerita-cerita dan lakon seperti ini tidak hanya dipentaskan di Jakarta, tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia. Jakarta ini kan menjadi melting pot, bisa membangun cerita apa saja dari seluruh nusantara. Kemudian ditampilkan secara nasional, dipilih yang terbaik untuk dibawa ke pentas global,” tutur Sudirman.

Sudirman menilai, cerita-cerita yang disajikan Teater Koma cerdik dan kontekstual pada masalah sosial di Indonesia. Banyak pembelajaran yang didapat oleh penonton dari sisi hiburan dan edukasi seperti lakon Matahari Papua yang menyampaikan pesan-pesan inspiratif.

Selayaknya Teater Koma yang sudah berkiprah di panggung dunia, Sudirman berharap agar pemerintah terus mendukung industri kreatif agar seni dan budaya Indonesia terus berkembang. Dia juga berharap agar Jakarta sebagai kota global sudah selayaknya menjadi kiblat nasional dan internasional industri kreatif. “Ini sangat mungkin karena Indonesia kaya dengan seni budaya yang dapat dikemas dalam pertunjukan berkelas dunia,” pungkas Sudirman Said yang akrab disapa Pak Dirman. (ted)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Matahari Papua Sudirman Said Teater Koma
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Film Pendek MAYA Tayang Perdana di Surabaya, Angkat Krisis Identitas Remaja dan Dampak Media Sosial

30 Mei 2026 Seni dan Budaya

Quinncy Angeline Pemeran Antagonis di Film Garapan ARTV

28 Januari 2026 Seni dan Budaya
Sebanyak 1.300 penari memeriahkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 bertema “Selendang Sang Gandrung” di Pantai Marina Boom.

1.300 Penari Meriahkan Festival Gandrung Sewu Banyuwangi 2025 Bertajuk “Selendang Sang Gandrung”

26 Oktober 2025 Seni dan Budaya

Agatha Main Bersama Okan Kornelius di ‘Detektif Kecil’ Garapan ARTV

2 Oktober 2025 Seni dan Budaya
Pementasan Teater Anak “Hikayat Anak yang Sombong” di ArtSubs 2025 Surabaya

BMS Rayakan 50 Tahun Berkarya, Hidupkan Legenda Nusantara Lewat Teater Anak

29 Agustus 2025 Seni dan Budaya

Susunan Acara Malam Tasyakuran HUT RI di Tingkat RT yang Simpel

11 Agustus 2025 Seni dan Budaya
Leave A Reply Cancel Reply

Film Pendek MAYA Tayang Perdana di Surabaya, Angkat Krisis Identitas Remaja dan Dampak Media Sosial

30 Mei 2026
Berita Terbaru
Film Rejoto Nyambung Tresno menjadi media promosi wisata Kota Mojokerto sekaligus bukti keberhasilan pembinaan ekonomi kreatif oleh Pemkot.

Film Rejoto Nyambung Tresno Jadi Media Promosi Wisata Kota Mojokerto dan Bukti Sukses Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026
Khofifah membuka Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dan menegaskan BEC menjadi ajang promosi budaya lokal serta penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Khofifah Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2026, BEC Perkuat Budaya Lokal dan Dongkrak Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

MPLS Surabaya 2026 Berakhir Kondusif, Dispendik Pastikan Seluruh Kegiatan Ramah Anak Tanpa Keluhan

18 Juli 2026
Polresta Malang Kota mengungkap jaringan narkotika lintas provinsi dengan menyita 3,2 kg sabu dan 2.480 butir ekstasi serta menangkap dua kurir.

Polresta Malang Kota Gagalkan Peredaran 3,2 Kg Sabu dan 2.480 Butir Ekstasi, Dua Kurir Ditangkap

18 Juli 2026
Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.