Surabaya (beritajatim.id) – Empat pria dengan pakaian berwarna kuning, hijau, dan hitam duduk santai di depan tulisan Taman Apsari yang bersinar. Mereka menikmati kopi sambil bercanda, menciptakan suasana yang ceria.
Di sekitar mereka, orang-orang lain juga bergabung, membentuk lingkaran kecil, dan berbagi cerita di pelataran Monumen Gubernur Suryo, yang terletak di Taman Apsari.
Ya, inilah Taman Apsari, tempat nongkrong alternatif yang juga dikenal sebagai Taman Simpang. Taman ini terletak di Jl Taman Apsari 63, Kota Surabaya.
Sebagai salah satu taman peninggalan era kolonial Belanda, Taman Apsari memiliki sejarah panjang. Awalnya terletak di belakang Gedung Grahadi, taman ini dipindahkan ke depan gedung tersebut setelah Gedung Grahadi dipindah pada tahun 1802. Bukti peninggalan Belanda masih dapat ditemukan di Monumen Gubernur Surabaya dan Patung Joko Dolog yang ada di taman ini.
Taman Apsari memiliki luas sekitar 5.300 meter persegi. Area parkir pengunjung tersedia di sekitar taman, baik di bagian timur maupun barat.
Dengan biaya penitipan sepeda yang terjangkau, sekitar Rp 3.000, pengunjung dapat menikmati taman dengan tenang. Begitu memasuki taman, pengunjung disambut oleh tanaman hijau yang rimbun dan tempat duduk yang tersebar di berbagai sudut.
Fasilitas Lengkap di Taman Apsari
Taman Apsari menawarkan berbagai fasilitas yang dapat digunakan masyarakat, termasuk lapangan dengan kondisi yang sangat baik, bebas dari lumut, genangan air, serta retakan atau lubang. Fasilitas olahraga seperti ring basket dan gawang tersedia secara gratis.
Lalu area bermain anak yang dilengkapi dengan ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, dan alat olahraga mainan. Selain itu jogging track untuk pengunjung yang ingin berolahraga ringan, dan tentu saja, gerai makanan dengan berbagai pilihan di sekitar taman.
Dengan lingkungan yang bersih dan fasilitas yang lengkap, Taman Apsari menjadi tempat yang ideal untuk melepas penat sambil menikmati keindahan kota Surabaya. (hdl)


as a preferred source on Google




