Jakarta (beritajatim.id) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) untuk pengembangan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SUB-2 yang menghubungkan Gresik, Makassar, dan Takisung. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak dilakukan pada Rabu (17/12/2025), di Jakarta.
Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur kabel laut yang dimiliki Telkom dan memperkuat konektivitas digital di Indonesia. Dalam upaya ini, Telkom berharap dapat meningkatkan efisiensi investasi dan mempercepat penciptaan nilai bagi ekosistem digital nasional. Kerja sama ini juga selaras dengan strategi transformasi jangka panjang Telkom yang berfokus pada pengembangan infrastruktur digital yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Meningkatkan Konektivitas Digital dan Efisiensi Investasi
Direktur Network Telkom, Nanang Hendarno, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperkuat infrastruktur konektivitas digital nasional. Menurut Nanang, sinergi pembangunan SKKL SUB-2 ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan kabel laut yang handal, mendukung pemerataan konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
“Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat konektivitas digital Indonesia dengan pendekatan yang lebih efisien, agile, dan berkelanjutan. Kami percaya, dengan adanya peningkatan kapasitas kabel laut yang optimal, kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dan konektivitas dapat lebih merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Telkom juga menyebutkan bahwa melalui kerja sama ini, perusahaan akan dapat lebih cepat mempercepat proses monetisasi aset strategis sekaligus memperkuat peranannya sebagai digital telco dengan kapabilitas layanan digital yang mencakup Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services.
Sinergi Telkom dan CCSI untuk Infrastruktur Terintegrasi
Sebagai produsen dan penyedia kabel serat optik darat dan laut, CCSI memiliki pengalaman dalam mendukung pengembangan jaringan telekomunikasi kabel laut. Kolaborasi ini memungkinkan pemanfaatan kapabilitas kedua pihak untuk menciptakan solusi infrastruktur yang lebih terintegrasi dan optimal.
Presiden Direktur CCSI, Peter Djatmiko, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal yang penting dalam memperkuat infrastruktur konektivitas Indonesia. Ia menambahkan bahwa melalui skema joint operation dan joint investment, pengembangan jaringan kabel laut ini diharapkan dapat memberikan efisiensi yang lebih besar, baik dari sisi investasi maupun operasional.
“Penandatanganan MoU ini merupakan bentuk komitmen CCSI dalam mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional. Kami percaya, kerja sama ini akan mempercepat pengembangan infrastruktur digital di Indonesia, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan memperkuat konektivitas nasional,” kata Peter.
Rencana Pembangunan SKKL SUB-2
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup penjajakan pengembangan SKKL SUB-2 yang menghubungkan beberapa wilayah utama di Indonesia, termasuk Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Selain itu, kerja sama ini juga melibatkan perizinan dan teknis pembangunan yang saling terintegrasi antara Telkom dan CCSI.
Pada Maret 2025, kedua perusahaan telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) yang menjadi dasar pertukaran informasi dan perencanaan teknis lebih lanjut. Hal ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam memastikan pengembangan jaringan kabel laut ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal.
Masa Depan Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
Telkom dan CCSI berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan dan penyempurnaan teknis operasional serta komersial guna merealisasikan potensi besar dari kerja sama ini. Kedua perusahaan berharap bahwa pengembangan SKKL SUB-2 akan mendukung pemerataan konektivitas di Indonesia, mempercepat pembangunan ekonomi digital, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pemangku kepentingan dan masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi ini, Telkom berharap dapat memperkuat posisi sebagai pemimpin di sektor konektivitas digital, sementara CCSI juga mendapatkan kesempatan untuk lebih berperan dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang krusial bagi masa depan Indonesia. (ris)


as a preferred source on Google




