Jakarta (beritajatim.id) – Perkembangan konsumsi kopi di Indonesia kini telah memasuki third wave, setelah melewati dua fase sebelumnya. Gelombang ketiga ini ditandai dengan meningkatnya popularitas specialty coffee dan kedai kopi lokal yang menyajikan kopi single origin dengan beragam teknik penyeduhan.
Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia menjadi penikmat kopi. Hal ini ia sampaikan saat membuka Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-16 di Kementerian Perindustrian, Selasa (15/10). Kontes ini bertujuan meningkatkan kualitas biji kopi dan memperkuat posisi kopi spesialti Indonesia di pasar, baik domestik maupun global.
KKSI merupakan kerja sama Kementerian Perindustrian dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) dan Pranoto Soenarto Foundation. Ajang ini tidak hanya fokus pada pemilihan kopi terbaik, tetapi juga mendorong pengembangan bahan baku berkualitas untuk industri kopi olahan.
Putu juga menyoroti potensi besar kopi Indonesia, dengan 39 Indikasi Geografis (IG) kopi dari berbagai daerah yang terdaftar. Sertifikasi IG diharapkan dapat meningkatkan daya saing kopi spesialti serta melindungi produk dari persaingan tidak sehat. Sertifikasi ini menjamin kualitas produk, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen.
Pada level internasional, kopi spesialti Indonesia semakin mendapat perhatian. Sebagai contoh, pada Specialty Coffee Expo (SCE) di Amerika Serikat, 12 pelaku industri kopi Indonesia berhasil menarik mitra potensial dari berbagai negara dengan potensi transaksi hingga USD 27,1 juta.
Untuk memperluas pasar dalam negeri, Kemenperin juga terus mendorong pertumbuhan industri kopi melalui berbagai pameran, seperti pameran produk artisan kopi, teh, kakao, buah, dan susu pada Agustus 2024 lalu. Kemenperin juga memberikan dukungan berupa restrukturisasi mesin bagi pelaku industri kopi dengan investasi di atas Rp 10 miliar, serta program serupa untuk industri kecil.
Selain itu, Kemenperin menyediakan berbagai program peningkatan kapasitas, seperti pelatihan untuk barista, roaster, serta penguji cita rasa kopi (cupper). Mereka juga membantu peningkatan standar produk melalui teknologi roasting, sertifikasi, serta pengembangan SNI dan SKKNI.
KKSI ke-16 menghadirkan 38 peserta dengan agenda menarik, seperti Fun Brewing, Public Cupping, dan Lomba Uji Cita Rasa Kopi. Pemenang akan diumumkan pada 18 Oktober 2024. Melalui ajang ini, Putu berharap kualitas kopi nasional terus meningkat dan mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun ekspor. (hdl)


as a preferred source on Google




