Manila (beritajatim.id) – Perusahaan pengembang infrastruktur hijau, V-Green Global Charging Station Development JSC, resmi meluncurkan model kemitraan stasiun pengisian kendaraan listrik (EV) di Filipina. Langkah strategis ini menawarkan peluang menarik bagi pemilik lahan dan pelaku bisnis untuk memperoleh pendapatan jangka panjang tanpa risiko finansial, sekaligus berkontribusi pada pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Dalam model kemitraan ini, V-Green tidak mewajibkan mitra menyediakan investasi awal. Perusahaan akan menanggung seluruh biaya pemasangan peralatan, sambungan listrik tiga fasa, serta pengoperasian dan pemeliharaan 24 jam. Mitra hanya perlu menyediakan lokasi sesuai kriteria, dan akan menerima bagian dari pendapatan operasional melalui skema bagi hasil.
“Kami yakin bahwa stasiun pengisian EV akan menjadi fitur standar dalam pengembangan properti di Filipina dalam lima tahun ke depan,” ujar Luu Viet Hung, CEO V-Green Filipina. “Melalui model bisnis fleksibel dan teknologi canggih kami, V-Green berkomitmen membangun infrastruktur EV yang cerdas bersama mitra lokal.”
Fokus Area dan Kriteria Lokasi
Saat ini, V-Green memprioritaskan lokasi di Metro Manila, Cebu City, dan Davao, dengan luas lahan yang dibutuhkan mulai dari 30 hingga 1.000 meter persegi. Lokasi ideal harus mudah diakses, dekat dengan sumber daya listrik tiga fasa, dan memiliki pondasi beton kuat untuk pemasangan charger.
Periode sewa minimum ditetapkan selama lima tahun, memberikan mitra jaminan pendapatan yang stabil tanpa beban operasional.
Selain bagi hasil, kehadiran stasiun pengisian EV dari V-Green dapat meningkatkan arus pengunjung dan waktu kunjungan ke lokasi, sehingga berdampak positif pada bisnis di sekitarnya seperti ritel, kuliner, dan layanan publik. Selain itu, properti dengan fasilitas pengisian EV akan lebih menarik di mata konsumen yang semakin peduli pada isu lingkungan.
Tak hanya berinvestasi langsung, V-Green juga tengah menyiapkan peluncuran model waralaba di Filipina, menyusul keberhasilan serupa di Vietnam. Di negara asalnya, V-Green telah mengoperasikan lebih dari 150.000 port pengisian, baik melalui stasiun milik sendiri maupun waralaba.
Model waralaba ini dinilai dapat mempercepat perluasan jaringan dan membuka partisipasi pasar yang lebih luas. Informasi lebih lanjut terkait skema ini akan diumumkan dalam waktu dekat.
Komitmen Terhadap Infrastruktur Hijau
Sebagai pionir dalam pengembangan infrastruktur energi bersih, V-Green terus memperluas jangkauannya ke pasar berkembang di kawasan Asia Tenggara, termasuk Laos, Indonesia, dan Filipina. V-Green menawarkan berbagai produk pengisian daya, mulai dari home charger (7,4 kW dan 11 kW) hingga public AC dan DC charger (11 kW–250 kW) yang terintegrasi dengan sistem manajemen cerdas dan teknologi LINK.
Kemitraan dengan V-Green bukan sekadar menyewakan lahan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem teknologi hijau yang berkembang pesat dan berkelanjutan. (dya/ted)


as a preferred source on Google




