Lumajang – Ledakan jumlah kunjungan wisatawan ke air Terjun Tumpak Sewu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang semakin percaya diri menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp1 miliar setiap bulan dari sektor pariwisata.
Air terjun eksotis di Kecamatan Pronojiwo ini kini menjadi magnet utama wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pada semester pertama 2025 saja, kunjungan wisatawan sudah menembus 883.225 orang, melampaui target tahunan hingga 146 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 49.932 kunjungan berasal dari wisatawan mancanegara.
Data tersebut menjadi bukti bahwa Tumpak Sewu bukan sekadar destinasi wisata alam biasa, melainkan aset strategis yang bisa mengangkat ekonomi daerah. Padahal, bulan sebelumnya PAD dari Tumpak Sewu baru mencapai Rp230 juta, jauh dari target ambisius Rp1 miliar per bulan.
Pelaku wisata lokal Tholip Chiko optimistis target itu bisa dicapai. “Ini kita sudah mampu menghasilkan Rp230 juta hanya dari Tumpak Sewu. Tentu dengan tambahan atraksi baru, fasilitas yang nyaman, dan promosi digital yang gencar, target Rp1 miliar per bulan bukan mustahil,” ujarnya, Rabu (9/9/2025).
Menurutnya, pengembangan kawasan wisata tidak boleh hanya bergantung pada panorama air terjun. Atraksi pendukung seperti taman bunga, kawasan lavatur, hingga wisata edukasi di sekitar Tumpak Sewu akan menjadi daya tarik tambahan yang membuat wisatawan betah lebih lama di Pronojiwo.
Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Harismawati menyebutkan, strategi promosi yang masif serta pelibatan masyarakat lokal telah memberi dampak signifikan. “Data kunjungan yang terus meningkat menunjukkan Lumajang sudah berada di jalur yang tepat. Tantangannya adalah menjaga kualitas layanan dan memastikan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menekankan bahwa Tumpak Sewu bukan sekadar ikon pariwisata, melainkan peluang besar untuk membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi desa. “Pronojiwo bukan hanya tentang keindahan alam, tapi tentang masa depan Lumajang. Jika semua bergerak bersama, Rp1 miliar per bulan bukan lagi sekadar angka, melainkan wujud nyata dari kerja keras kolektif,” ujarnya.
Dengan geliat wisata yang semakin besar, Tumpak Sewu kini bukan hanya kebanggaan Lumajang, tetapi juga menjadi salah satu destinasi primadona Jawa Timur yang siap mendunia. [has/ian]

![Wisata Tumpak Sewu Meledak, PAD Lumajang Dibidik Tembus Rp1 Miliar Per Bulan Pesona air terjun Tumpak Sewu Lumajang. [Hasbi/Beritajatim.id]](https://beritajatim.id/wp-content/uploads/2025/09/pronojiwo.webp)
as a preferred source on Google




