Surabaya (beritajatim.id) – Di tengah rutinitas yang semakin padat, istilah self-care sering kali identik dengan aktivitas mahal seperti spa, staycation, atau liburan mewah. Padahal, menjaga kesehatan mental tidak selalu membutuhkan biaya besar maupun waktu luang panjang.
Justru, self-care yang paling efektif adalah kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan kondisi sehari-hari.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ringan seperti relaksasi, mindfulness, hingga aktivitas fisik sederhana dapat membantu menurunkan tingkat stres sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, praktik self-care sederhana terbukti memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental jika dilakukan secara rutin.
Lalu, bagaimana bentuk self-care yang realistis namun tetap berdampak?
1. Beri Jeda dan Atur Napas
Di tengah tekanan aktivitas, tubuh dan pikiran terkadang hanya membutuhkan jeda singkat. Meluangkan waktu satu hingga dua menit untuk menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan dapat membantu menenangkan sistem saraf serta mengurangi rasa cemas.
Teknik pernapasan sederhana ini juga banyak digunakan dalam praktik mindfulness untuk membantu tubuh kembali rileks.
2. Jalan Kaki Singkat Tanpa Distraksi
Tidak semua bentuk self-care harus berupa olahraga berat. Jalan kaki santai selama 10–15 menit tanpa distraksi ponsel bisa membantu menyegarkan pikiran.
Penelitian dalam Frontiers in Psychology menyebutkan bahwa aktivitas berjalan santai, terutama di ruang terbuka, berpengaruh positif terhadap suasana hati dan membantu menurunkan tingkat stres.
3. Menulis Isi Pikiran
Ketika pikiran terasa penuh, journaling atau menulis apa yang dirasakan bisa menjadi cara sederhana untuk membantu memproses emosi.
Tulisan tidak harus rapi atau estetik. Yang terpenting adalah kejujuran terhadap diri sendiri agar emosi yang menumpuk bisa tersalurkan dengan lebih sehat.
4. Kurangi Paparan Media Sosial
Terlalu lama berada di media sosial dapat memicu kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Tanpa disadari, hal tersebut bisa berdampak pada kesehatan mental.
Mengurangi screen time selama 30 hingga 60 menit per hari dapat membantu menciptakan ruang yang lebih tenang bagi pikiran.
5. Lakukan Hal Kecil yang Disukai
Self-care tidak selalu harus produktif. Menikmati secangkir teh hangat, mendengarkan musik favorit, atau sekadar duduk santai tanpa melakukan apa pun juga termasuk bentuk perhatian terhadap diri sendiri.
Aktivitas kecil yang menyenangkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi tubuh maupun pikiran.
6. Belajar Mengatakan “Tidak”
Menetapkan batasan merupakan bagian penting dari self-care yang sering diabaikan. Tidak semua permintaan atau tanggung jawab harus diterima jika memang melebihi kapasitas diri.
Belajar mengatakan “tidak” dapat membantu menjaga energi dan kesehatan emosional.
7. Prioritaskan Tidur Berkualitas
Rebahan tidak selalu berarti istirahat. Tidur yang cukup dan berkualitas memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental.
Kurang tidur diketahui berkaitan dengan meningkatnya stres, perubahan suasana hati, hingga gangguan emosi. Karena itu, menjaga pola tidur menjadi salah satu bentuk self-care paling mendasar.
8. Tidak Harus Selalu Kuat
Self-care juga berarti memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasa lelah, sedih, atau kewalahan. Tidak produktif setiap saat bukanlah sebuah kegagalan.
Memberi izin pada diri sendiri untuk beristirahat adalah bagian penting dari menjaga kesehatan mental secara sehat dan realistis.
Pada akhirnya, self-care bukan tentang gaya hidup mahal atau mengikuti tren tertentu. Self-care adalah bentuk perhatian kecil namun konsisten terhadap diri sendiri.
Di momen Mental Health Awareness, penting untuk kembali mengingat bahwa menjaga kesehatan mental bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari tanpa harus menunggu punya banyak waktu atau kondisi yang sempurna. (aga)


as a preferred source on Google




