Surabaya (beritajatim.com) – Aktivitas lari kini menjelma menjadi tren gaya hidup yang banyak digandrungi generasi muda, terutama Gen Z dan milenial. Tak hanya untuk menjaga kebugaran tubuh, lari juga dipandang sebagai bagian dari ekspresi diri dan personal branding di era digital saat ini.
Fenomena ini tampak dari semakin banyaknya unggahan aktivitas lari di media sosial, lengkap dengan statistik jarak tempuh, waktu, serta filter visual yang menarik. Tak sedikit pula yang membagikan momen lari dengan latar musik energik, termasuk remix viral ala “sound horeg” yang menambah sisi hiburan dari olahraga ini.
Salah satu keunggulan dari lari adalah kemudahannya untuk dilakukan. Tanpa perlu peralatan mahal, cukup dengan sepatu olahraga yang nyaman, siapa pun bisa memulai hobi ini kapan saja. Lari juga fleksibel—bisa dilakukan di perumahan, taman kota, kampus, hingga jalur pedestrian tanpa perlu bergabung ke pusat kebugaran.
Lebih dari sekadar olahraga fisik, lari juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan mental. Saat berlari, tubuh memproduksi endorfin yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood. Banyak pelari pemula yang mengaku merasa lebih fokus dan tenang setelah rutin menjalani aktivitas ini beberapa kali dalam seminggu.
Tak hanya dilakukan secara individu, lari juga membuka ruang untuk interaksi sosial. Komunitas seperti IndoRunners, NRC, serta berbagai run club lokal rutin mengadakan kegiatan lari bersama atau fun run di berbagai kota. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berbagi semangat, pengalaman, dan motivasi dalam membangun gaya hidup aktif.
Tren lari juga didorong oleh kehadiran aplikasi digital seperti Nike Run Club dan Strava. Aplikasi ini membantu pengguna melacak performa lari, mulai dari kecepatan, jarak, hingga riwayat progres mingguan. Bahkan, tersedia tantangan virtual seperti 5K atau 10K challenge yang bisa diikuti secara daring, membuat aktivitas lari terasa lebih seru dan menantang.
Menariknya, kreativitas anak muda membuat aktivitas ini semakin unik. Tren seperti lari sambil mengenakan kostum, membuat video POV berlari di pagi hari, hingga lari dengan backsound remix TikTok menunjukkan bahwa lari telah bertransformasi menjadi konten digital yang menghibur.
Dengan berbagai kemudahan dan manfaat yang ditawarkan, tak heran jika lari menjadi hobi baru yang makin populer. Selain menjaga kebugaran, lari juga mengajarkan nilai konsistensi, membangun disiplin, serta membuka peluang untuk memperluas jaringan sosial di tengah rutinitas modern. Lari bukan sekadar olahraga, tapi gaya hidup sehat dan kekinian yang terus berkembang mengikuti zaman. (aga)


as a preferred source on Google




