New York (beritajatim.id) – Sebuah aksi penembakan brutal terjadi di sebuah gedung perkantoran di kawasan Park Avenue, Manhattan, New York, pada Senin (29/7/2025) malam waktu setempat.
Peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang anggota kepolisian New York City (NYPD) yang sedang tidak bertugas. Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Shane Tamura, pria asal Nevada, yang kemudian mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian.
Sejumlah sumber kepolisian menyebut, Tamura masuk ke dalam gedung kantor yang dihuni berbagai perusahaan ternama, termasuk National Football League (NFL) dan Blackstone, sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
Petugas dari Departemen Pemadam Kebakaran New York (FDNY) menerima laporan adanya korban tertembak dan segera mengerahkan tim tanggap darurat ke lokasi. Namun, sebelum petugas tiba, pelaku telah melancarkan aksi penembakan acak di dalam gedung dan kemudian menembak dirinya sendiri.
Wali Kota New York Eric Adams pada konferensi pers Selasa pagi (30/7) mengungkapkan bahwa Tamura meninggalkan sebuah catatan yang berisi keluhan terhadap NFL. Dalam catatan tersebut, ia mengklaim menderita Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) — gangguan otak yang sering ditemukan pada atlet olahraga kontak. Tamura menyalahkan NFL atas kondisi kesehatannya tersebut.
“Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa pelaku salah menaiki lift dan berakhir di kantor Rudin Management—pemilik gedung di 345 Park Avenue—alih-alih menuju kantor pusat NFL,” ujar Adams. “Di sanalah penembakan terjadi, menewaskan karyawan dan orang-orang yang kebetulan berada di area tersebut.”
Tayangan dari televisi lokal memperlihatkan proses evakuasi dramatis, dengan para pegawai kantor keluar dari gedung sambil mengangkat tangan di atas kepala. Lokasi penembakan berada hanya beberapa langkah dari Grand Central Terminal dan satu blok dari Katedral St. Patrick, menjadikannya salah satu kawasan paling padat di Midtown Manhattan.
Kepolisian menemukan sejumlah identifikasi pada tubuh pelaku, termasuk izin membawa senjata tersembunyi dari Las Vegas. Namun, detail mengenai senjata yang digunakan dan kronologi lengkap masih dalam proses penyelidikan.
Akibat insiden tersebut, sistem manajemen darurat kota New York mengeluarkan peringatan terkait penutupan jalan, gangguan lalu lintas, serta keterlambatan transportasi umum di area sekitar Park Avenue.
Meskipun kasus ini mencoreng statistik keamanan kota, catatan kriminal menunjukkan bahwa hingga akhir Juli 2025, New York City mencatat jumlah pembunuhan dan korban tembakan terendah dalam beberapa dekade terakhir. (ris/hdl)


as a preferred source on Google



