Malang (beritajatim.id) – Semangat kewirausahaan digelorakan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono kepada mahasiswa baru (Maba) Universitas Brawijaya (UB) Malang. Setelah lulus kuliah, mahasiswa harus berani berusaha mandiri dan tak mengandalkan lapangan kerja dari negara/pemerintah.
Di tengah-tengah menyampaikan materi kepada 17 ribu lebih maba UB di Gedung Samantha Krida, Sudaryono secara spontan mengumumkan akan memberikan bantuan modal usaha kepada mahasiswa baru yang telah memulai bisnis.
Wamentan memanggil beberapa mahasiswa yang mengaku memiliki usaha, mulai dari penjualan makanan, kerajinan tangan, hingga jasa kreatif. Satu per satu mahasiswa maju ke depan, memperkenalkan diri dan menjelaskan singkat jenis usaha yang mereka jalankan.
“Bantuan modal ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga merupakan dorongan nyata agar mahasiswa mengasah potensi kewirausahaan sejak duduk di bangku kuliah,” katanya, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teori, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. “Kalau ada yang sudah punya usaha, saya ingin kalian bisa mengembangkan. Modal ini bukan sekadar uang, tapi tanda kepercayaan bahwa kalian mampu,” tambahnya.
Dia menekankan bahwa modal yang diberikan harus digunakan secara bijak, difokuskan untuk pengembangan usaha, bukan untuk konsumsi pribadi. Mahasiswa yang memulai bisnis sejak dini akan memiliki mental kemandirian yang kuat dan kemampuan problem solving yang lebih matang dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan satu sumber penghasilan setelah lulus.
“Jangan takut gagal, karena gagal itu bagian dari proses belajar. Yang penting, terus bergerak, terus mencoba, dan jangan berhenti berinovasi,” ingatnya.
Dari pengalamannya, Sudaryono merumuskan tiga pesan penting untuk mahasiswa baru. Pertama, manfaatkan masa muda untuk belajar apa saja karena semua bisa dikuasai jika berusaha. Kedua, pahami bahwa mahasiswa UB adalah the chosen one yang telah terpilih di antara jutaan anak muda lain yang ingin berada di posisi sama. Ketiga, yakini bahwa semua orang di usia yang sama memiliki potensi setara, sehingga tidak ada alasan untuk minder. (air)


as a preferred source on Google



